Review Mendalam dan Kritik Buku Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim (Surmaini et al., eds., 2023)

Daun dan Biji
By -
0


Buku ini (Penerbit BRIN, 2023, DOI: 10.55981/brin.901) berisi 11 bab yang mengintegrasikan teknologi modern dengan kearifan lokal untuk adaptasi perubahan iklim di sektor prioritas RPJMN 2020-2024: pesisir, air, pertanian, dan kesehatan. Review bab-per-bab menyoroti kekuatan empirisnya untuk konteks Indonesia rural seperti Karangrowo, namun mengkritik kurangnya analisis sosiologis mendalam dan kuantifikasi efektivitas.[penerbit.brin.go]​

Bab 1: Pendahuluan dan Latar Belakang

Kekuatan: Menjelaskan urgensi adaptasi iklim melalui teknologi (IoT, prakiraan BMKG) dan kearifan lokal sebagai "sains praktis" turun-temurun, dengan fokus sektoral relevan RPJMN.[penerbit.brin.go]​
Kritik: Terlalu deskriptif, minim data empiris awal (misalnya, tingkat adopsi kearifan lokal di Jawa Tengah). Kurang definisi operasional "kearifan lokal" yang measurable untuk penelitian siswa.[id.scribd]​
Relevansi Karangrowo: Cocok jadi dasar studi pranata banjir Anda.[perplexity]​

Bab 2-3: Sektor Pesisir dan Kelautan

Kekuatan: Contoh konkret seperti tanggul mangrove tradisional + sensor ketinggian air, didukung studi kasus nelayan Jakarta Utara.[penerbit.brin.go]​
Kritik: Fokus teknologi vertikal (GSW Giant Seawall) mengabaikan resistensi komunitas lokal terhadap proyek top-down, seperti yang dialami RW 22 Pluit. Tidak ada cost-benefit analysis integrasi hibrida.[ppl-ai-file-upload.s3.amazonaws]​
Skor: 8/10 – Sangat aplikatif untuk pesisir Pati.

Bab 4-5: Ketersediaan Sumber Daya Air

Kekuatan: Embung tradisional + sensor IoT diusulkan sebagai model hibrida, dengan data historis banjir musiman Jawa Tengah.[penerbit.brin.go]​
Kritik: Kelemahan utama – minim kuantifikasi: Berapa % pengurangan banjir embung vs drainase beton? Tidak ada longitudinal study efektivitas.[docplayer]​
Karangrowo Link: Prediksi tanda alam (air keruh) + BMKG app bisa jadi indikator bonding social capital.[ppl-ai-file-upload.s3.amazonaws]​

Bab 6-8: Pertanian dan Pangan (Inti Buku)

Kekuatan: Varietas padi tahan genangan + rotasi tanam tradisional paling kuat, dengan data yield increase 20-30% di lahan sawah banjir. Bab 11 (Solusi Integrasi) sintetis terbaik: "Sinergi teknologi dan kearifan lokal memberdayakan petani".[id.scribd]​
Kritik: Elitisme teknologi – asumsi petani Karangrowo punya smartphone untuk app cuaca? Gap digital divide tidak dibahas. Kearifan lokal diromantisasi tanpa validasi ilmiah (misalnya, akurasi prediksi burung laron).[youtube]​
Relevansi Tinggi: Langsung aplikatif untuk adaptasi mata pencaharian petani Pati.[perplexity]​

Bab 9-10: Kesehatan dan Radio Komunitas

Kekuatan: Radio lokal sebagai bridging social capital untuk diseminasi early warning – inovatif dan murah.[id.scribd]​
Kritik: Paling lemah – Kesehatan hanya sebut penyakit pasca-banjir tanpa intervensi spesifik (jamu tradisional vs obat modern?). Radio komunitas terlalu optimis tanpa evaluasi reach/impact.[youtube]​
Potensi: Radio desa Karangrowo bisa jadi linking capital ke BMKG.

Bab 11: Solusi Integrasi Teknologi-Kearifan Lokal (Penutup)

Kekuatan: Sintesis terbaik: "Lokalisasi pengetahuan dan teknologi" + rekomendasi etika lingkungan. Framework hibrida jelas untuk kebijakan.[docplayer]​
Kritik: Generalisasi berlebihan tanpa model skalabilitas. Bagaimana replikasi sukses Bali ke Pati?.[penerbit.brin.go]​

Kekuatan Keseluruhan Buku

AspekSkor (1-10)Kelebihan
Relevansi RPJMN9Fokus sektoral tepat
Contoh Lokal8Studi kasus Indonesia
Hibrida Approach9Teknologi + tradisi
Aksesibilitas7Bahasa ilmiah tapi jelas

Kritik Fundamental

  1. Kurang Sosiologi: Minim SNA/social capital framework seperti Putti (2023). Bagaimana gotong royong mengadopsi teknologi?[ppl-ai-file-upload.s3.amazonaws]​

  2. Data Kuantitatif Lemah: Klaim "efektif" tanpa RCT atau before-after comparison.

  3. Urban Bias: Contoh Jakarta/Bali > Jawa Tengah rural.

  4. No Cost Analysis: Teknologi IoT vs embung – mana lebih hemat?

Implikasi untuk Penelitian Siswa SMA N 1 Jakenan

Indikator turunan untuk Karangrowo (checklist lengkap):

text
Bab 4-5 → Indikator Air: [ ] Embung tradisional [ ] Sensor IoT [ ] Akurasi prediksi 80% Bab 6-8 → Indikator Tani: [ ] Padi Inpari 42 [ ] Rotasi palawija [ ] Yield +25% Bab 11 → Hipotesis: Hibrida > Teknologi saja

Rekomendasi: Gunakan buku ini sebagai literature review, tapi pairing dengan SNA Putti (2023) untuk analisis jaringan sosial adopsi teknologi. Publikasikan temuan di Jurnal Pelajar BRIN![ppl-ai-file-upload.s3.amazonaws]​

Daftar Pustaka
Surmaini, E., Supriatin, L. S., & Sarvina, Y. (Eds.). (2023). Teknologi dan kearifan lokal untuk adaptasi perubahan iklim. BRIN.[penerbit.brin.go]​
Putti, H. M. D. M., et al. (2023). Risk perception Rob flood.[ppl-ai-file-upload.s3.amazonaws]​

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)