SMA N 1 Jakenan Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Tondomulyo

Lintang Bhakti Manintan
By -
0

 

Potret salah satu anggota OSIS yang membantu menyalurkan sembako

Pati - SMA Negeri 1 Jakenan menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, yang terdampak banjir, Senin (26/1/2026). Bantuan tersebut berasal dari keluarga siswa SMA N 1 Jakenan dan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Kabupaten Pati. 


Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di balai desa Tondomulyo untuk warga umum, sekaligus langsung diantar ke rumah siswa SMA N 1 Jakenan yang bertempat tinggal di desa tersebut. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 14.30 WIB. Di tengah acara, rombongan yang kebetulan bertemu dengan Camat Jakenan beserta istrinya, sehingga camat memberikan sambutan singkat yang mengapresiasi inisiatif solidaritas tersebut.​


Banjir telah melanda Desa Tondomulyo selama 15 hari terakhir akibat posisi desa yang rendah, sehingga air dari utara, selatan, dan barat mengalir ke Sungai Silugonggo. Saat ini, ketinggian air di jalan raya Tondomulyo-Nguyangan mencapai 10 cm, sementara di perkampungan masih 30-50 cm meski sudah mulai surut. Warga tetap bertahan di rumah masing-masing untuk menjaga harta benda, tanpa pengungsian massal, meski sekolah setempat diliburkan dan beralih ke pembelajaran daring.​

Potret saat sambutan dari 
Bapak Kecamatan Jakenan berlangsung

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Tondomulyo, Sugiyono, saat diwawancarai tim jurnalis SMA N 1 Jakenan mengatakan, "Udah 15 hari, Mbak. Kedalaman untuk jalan raya Tondomulyo Ngguyangan itu 1 meter, tapi pada hari ini Senin tanggal 26 jalan raya Tondomulyo Ngguyangan setinggi 10 cm. Sudah mulai surut, tapi dalam di perkampungan masih banyak rumah yang tergenang setinggi 30 cm sampai 50 cm."​


Sugiyono juga menjelaskan bahwa banjir merupakan kebiasaan tiap musim hujan. "Memang untuk kebetulan Desa Tondomulyo ini rendah. Jadi air dari utara ke selatan, barat, tumpuan dari sini, dan masuk ke Sungai Silugonggo," tambahnya. Ia menyebut petani sementara tidak bisa bekerja, sementara karyawan pabrik Kacang Garuda masih aktif.​

Proses gotong royong oleh siswa dan bapak ibu guru Smanja

Tim jurnalis SMA N 1 Jakenan turut menyampaikan duka cita dan doa. "Saya kami juga dari tim jurnalis SMA Negeri 1 Jakenan turut berduka cita, ya, Pak. Dan semoga banjirnya cepat-cepat surut," ujar perwakilan tim. Sugiyono merespons, "Iya, siap, Mbak, siap. Amin, amin, amin."​

Inisiatif ini mencerminkan solidaritas sekolah terhadap masyarakat sekitar di tengah musim hujan ekstrem, sekaligus memperkuat ikatan antara dunia pendidikan dan komunitas lokal


Jurnalis : Lintang Bhakti Manintan

Dokumentasi : Blekutak 



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)