Pati – Langkah Raviky Arlan Ardiansyah terhenti sejenak di depan gerbang SMA Negeri 1 Jakenan, Jumat (13/12/2025) pagi. Di tangannya, sebuah paket besar berlabel Pos Indonesia menjadi bukti bahwa naskah suratnya berhasil mengantarkan siswa kelas XI itu meraih juara tiga nasional Lomba Menulis Surat untuk Pahlawanku 2025 kategori SMA.
Suasana penyerahan hadiah
Penyerahan hadiah berlangsung hangat di halaman sekolah dengan latar gedung biru SMA Negeri 1 Jakenan. Raviky menerima paket hadiah dan piagam penghargaan dari perwakilan Pos Indonesia, didampingi guru pembimbing Varuni dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Hanik Roshidah, serta disaksikan para guru dan teman-teman sekelas yang memberikan tepuk tangan meriah. Momen itu diabadikan dalam foto bersama, ketika Raviky mengangkat hadiah dengan wajah semringah.
Isi surat dan proses kreatif
Dalam suratnya, Raviky memilih menulis kepada sosok pahlawan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus melambangkan keteguhan dan keikhlasan dalam berjuang. Ia menggabungkan pengalaman pribadi, kegelisahan generasi muda di era digital, dan harapan atas masa depan Indonesia ke dalam rangkaian kalimat yang mengalir dan menyentuh. Proses penulisan ia lakukan di sela kegiatan belajar, melalui beberapa kali revisi bersama guru pembimbing sebelum akhirnya dikirim ke panitia lomba.
Peran guru dan sekolah
Guru pembimbing, Varuni, menilai Raviky sebagai siswa yang tekun dan berani menerima masukan demi memperbaiki tulisan. Menurutnya, keberhasilan ini lahir dari kebiasaan membaca, rajin berdiskusi, dan kesediaan mencoba gaya ungkap baru dalam menulis surat. Waka Kesiswaan, Hanik Roshidah, menegaskan bahwa sekolah mendorong siswa aktif mengikuti berbagai ajang lomba sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya literasi, serta tengah menyiapkan program komunitas penulis muda di lingkungan sekolah.
Makna prestasi dan harapan ke depan
Prestasi Raviky sejalan dengan semangat Lomba Menulis Surat untuk Pahlawanku 2025 yang digagas Pos Indonesia dan Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia untuk menumbuhkan kembali tradisi surat-menyurat dan rasa nasionalisme di kalangan pelajar. Bagi SMA Negeri 1 Jakenan, raihan juara nasional ini menjadi pemantik semangat untuk terus menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan minat siswa. Sementara bagi Raviky, satu surat yang ia kirim bukan hanya membawa hadiah, tetapi juga kepercayaan diri untuk terus berkarya dan menginspirasi teman-temannya agar berani menulis dan mengirimkan karya ke berbagai kompetisi.

Posting Komentar
0Komentar