Para petani sering menghadapi tantangan pupuk yang mahal namun hasil panen belum maksimal. Kini, di era Revolusi Industri Pertanian 5.0, ada solusi sederhana dan ekonomis: mengubah pupuk biasa menjadi pupuk super yang cepat diserap oleh tanaman, menggunakan mikroba andalan bernama BioGenderWo.
Pentingnya Mikroba dalam Pemupukan
Tanaman tidak serta merta menyerap pupuk dalam bentuk butiran. Pupuk butiran harus larut terlebih dahulu di air tanah, lalu mikroba yang hidup di sekitar akar mengubahnya menjadi bentuk ion dan senyawa yang dapat langsung diserap. Mikroba ini bagaikan "tenaga nuklir" yang mendegradasi pupuk menjadi partikel kecil, sehingga nutrisi dapat digunakan tanaman secara efektif. Tanpa mikroba, pupuk akan mengendap dan hilang sia-sia.
BioGenderWo: Produk Mikroba untuk Pupuk Cair Cepat Serap
Ali Maskur Hadi mengajarkan resep pupuk cair hasil fermentasi mikroba BioGenderWo yang mampu merombak pupuk biasa menjadi bentuk ionik siap serap. Bahan mudah diperoleh, proses sederhana, tanpa harus membeli pupuk ionik mahal yang umumnya hanya bisa digunakan skala besar.
Bahan-Bahan:**
- Aktifator BioGenderWo (mikroba fermentasi sendiri) 2 liter
- Pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 1 kg (merek bebas, rekomendasi Ponska Plus karena mengandung zinc yang mendukung pertumbuhan padi)
- Air kelapa 1 liter (sumber gula dan mineral untuk mikroba)
- Air cucian beras (air leri) 1 liter (mengandung pati dan nutrisi mikro)
- Air sumur secukupnya hingga total 5 liter
Cara Pembuatan:
1. Siapkan ember 5 liter.
2. Masukkan air kelapa dan air leri.
3. Tambahkan pupuk NPK, lalu aktifator BioGenderWo.
4. Tambah air sumur sampai 5 liter.
5. Aduk perlahan satu kali berlawanan jarum jam.
6. Tutup ember dengan kain agar udara masuk tapi serangga tidak masuk.
7. Fermentasi selama 3 hari.
Pengaplikasian:
- Semprotkan 200 ml pupuk cair campur 16 liter air.
- Untuk kocor, campur 200 ml pupuk dengan 10 liter air, siram sekitar 200 ml tiap tanaman.
Manfaat dan Keunggulan
Dengan pupuk cair BioGenderWo, nutrisi sudah dalam bentuk ionik siap serap, sehingga tanaman langsung mendapatkan nutrisi tanpa harus menunggu kerja mikroba tanah. Ini menghemat biaya, meningkatkan pertumbuhan tanaman, mempercepat kesuburan, serta ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroba alami lokal.
Relevansi dengan Revolusi Industri Pertanian 5.0
Revolusi Industri 5.0 dalam pertanian menekankan sinergi antara manusia dan teknologi untuk menciptakan sistem pertanian yang cerdas, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan teknologi sensor IoT, big data, dan kecerdasan buatan, petani dapat memantau kondisi tanah dan tanaman secara real-time, mengatur aplikasi pupuk cair BioGenderWo sesuai kebutuhan tanaman, sehingga pemupukan menjadi tepat waktu dan dosis (BPMBKM UMA, 2023).
Selain itu, teknologi ini membantu petani meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah pupuk kimia, dan meminimalkan dampak lingkungan. BioGenderWo sebagai produk mikroba hasil fermentasi juga sejalan dengan prinsip keharmonisan antara teknologi dan bioteknologi, menjadikan pertanian lebih hijau dan modern sekaligus berdaya saing.
Era Revolusi Industri Pertanian 5.0 memudahkan petani untuk mengadopsi praktik pertanian presisi dengan pendekatan bioteknologi sederhana namun efektif. Inisiatif ini memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi petani dengan mengedepankan inovasi berkelanjutan yang manusiawi dan ramah lingkungan.
***
Referensi
BPMBKM UMA. (2023). *Pertanian 5.0: Revolusi Teknologi di Dunia Pertanian*. https://bpmbkm.uma.ac.id/2023/07/27/pertanian-5-0-revolusi-teknologi-di-dunia-pertanian/
Siregar, E. S. (2024). Kualitas pupuk organik cair (BIOURIN) yang difermantasikan dengan Effective Microorganism (EM4). Universitas Jambi Repository. https://repository.unja.ac.id/2374/1/Jurnal-Erwin%20Saputra%20Siregar-E10012136.pdf
Aisyahrani, A. S., et al. (2025). Pupuk organik cair asal limbah bio-slurry di Desa X. Prosiding Universitas Sanata Dharma. https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/download/1338/721/3484
Gustriana, F. (2015). Pengaruh pemberian pupuk organik bio-slurry padat terhadap pertumbuhan tanaman. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/download/13201/9626/32105
Posting Komentar
0Komentar