Pertanian modern menghadapi tantangan besar saat harus meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Salah satu inovasi ramah lingkungan yang tengah berkembang adalah pupuk Bionuklir, produk pupuk cair fermentasi yang mengoptimalisasi peran mikroorganisme untuk menghasilkan nutrisi tanaman dalam bentuk siap serap.
Bionuklir dikembangkan dengan memanfaatkan mikroba hidup dalam dekomposer yang bekerja seperti “tenaga nuklir” untuk mendegradasi pupuk dan bahan organik menjadi partikel halus sehingga tanaman dapat langsung menyerap nutrisinya. Formula khusus Bionuklir ini difokuskan pada fase vegetatif, yakni memacu pertumbuhan daun dan batang tanaman (DKPP Kabupaten Pamekasan, 2025).
Komponen dan Proses Pembuatan Bionuklir
Bahan utama meliputi daun kelor dan daun lamtoro sebagai sumber hormon alami, pupuk NPK dan Pupuk Cantik untuk hara makro dan nitrogen, gula aren sebagai sumber karbon bagi mikroba, terasi sebagai sumber protein dan asam amino, air kelapa kaya mineral dan hormon, serta dekomposer TRR yang mengandung mikroba aktif. Proses fermentasi berlangsung selama 21 hari secara anaerob dengan pengadukan rutin untuk menjaga aktivitas mikroba dan kualitas nutrisi (DKPP Kabupaten Pamekasan, 2025).
Inovasi Bionuklir dalam Era Revolusi Industri Pertanian 5.0
Revolusi Industri Pertanian 5.0 adalah evolusi dari era 4.0 yang menyatukan teknologi digital canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan bioteknologi untuk mengoptimalkan praktik agrikultur secara cerdas, adaptif, dan berkelanjutan (BPMBKM UMA, 2023).
Pupuk Bionuklir dalam konteks ini bukan sekadar produk, melainkan bagian integral dari sistem pertanian pintar. Penggunaan sensor tanah dan data analitik memungkinkan petani memonitor kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time dan mengatur dosis pupuk cair fermentasi dengan tepat. AI juga berperan dalam memprediksi fase pertumbuhan tanaman dan kondisi hama, sehingga aplikasi pupuk lebih efektif dan efisien.
Dengan dukungan teknologi ini, praktik pemupukan berubah menjadi presisi yang memberi hasil optimal sekaligus mengurangi limbah dan ketergantungan pupuk kimia sintetis. Pendekatan ini memungkinkan integrasi antara kearifan lokal dalam penggunaan mikroba dengan teknologi modern digital yang menawarkan pertanian berkelanjutan serta ekonomis.
Dampak Positif dan Harapan Masa Depan
Implementasi pupuk Bionuklir dengan pendekatan Revolusi Industri Pertanian 5.0 berpotensi memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan hasil panen, sekaligus melindungi lingkungan dari kontaminasi bahan kimia. Petani dapat memproduksi pupuk secara mandiri, menekan biaya produksi, dan mengadopsi teknologi digital sebagai mitra kerja yang memperkuat ketahanan pangan nasional (Djkn, 2023; Kredit Pintar, 2023).
Kesadaran dan edukasi terhadap pentingnya penggunaan pupuk organik cair fermentasi seperti Bionuklir dalam rangka revolusi teknologi pertanian ini sangat krusial. Dengan kebijakan dan dukungan infrastruktur yang memadai, inovasi ini akan menjadi motor penggerak pertanian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
***
Daftar Pustaka
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Kesenian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh (BPMBKM UMA). (2023). *Pertanian 5.0: Revolusi Teknologi di Dunia Pertanian*. https://bpmbkm.uma.ac.id/2023/07/27/pertanian-5-0-revolusi-teknologi-di-dunia-pertanian/
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan (DKPP). (2025). *Demo Pembuatan Pupuk Bionuklir*. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=2AXrvehsZaQ
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Djkn). (2023). *Mengenal Revolusi Industri 5.0*. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/16023/Mengenal-Revolusi-Industri-50.html
Kredit Pintar. (2023). *Modal Usaha Pengembangan Pertanian*. https://www.kreditpintar.com/education/modal-usaha-pengembangan-pertanian-penghasil-pundi-pundi-uang
Posting Komentar
0Komentar