Pertanian modern kini memasuki era Revolusi Industri 5.0, yang menggabungkan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan bioteknologi untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan (BPMBKM UMA, 2023). Dalam konteks ini, pupuk bionuklir menjadi inovasi penting yang memadukan fermentasi mikroorganisme dengan teknologi digital untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Proses Produksi Pupuk Bionuklir
Pupuk bionuklir diproduksi melalui fermentasi pupuk kimia dengan mikroorganisme aktif, memperkaya kandungan nutrisi yang berlipat ganda dan mengubahnya menjadi bentuk yang lebih organik serta ramah lingkungan. Proses ini biasanya berlangsung selama 21 hari dengan bahan utama seperti Monopotassium Phosphate (MKP), gula merah, dan air kelapa. Pengadukan secara rutin selama fermentasi diperlukan untuk mengeluarkan gas dan memastikan nutrisi lebih mudah diserap tanaman (Bio-Nuklir Versi Kimia, 2025).
Penelitian juga menunjukkan bahwa mikroba efektif seperti Effective Microorganism 4 (EM4) sangat berperan dalam mengoptimalkan fermentasi pupuk organik cair. Dengan bio aktivator berbasis mikroba ini, nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dapat meningkat secara signifikan, melebihi kadar bahan mentahnya (Siregar et al., 2024). Selain itu, fermentasi anaerob menggunakan bahan organik seperti limbah bio-slurry dan urea juga menghasilkan pupuk organik cair yang berkualitas tinggi, dengan pengontrolan pH dan pengadukan yang tepat sebagai kunci keberhasilan proses (Aisyahrani et al., 2025).
Manfaat Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan
Pupuk organik cair hasil fermentasi terbukti meningkatkan aktivitas akar dan penyerapan unsur hara secara lebih efisien, membuka peluang besar bagi pertanian berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis yang berdampak negatif bagi ekosistem (Gustriana et al., 2015). Dengan demikian, pupuk bionuklir tidak hanya mampu memaksimalkan efisiensi pemupukan, tetapi juga menjaga kesuburan tanah secara jangka panjang.
Integrasi dengan Revolusi Industri Pertanian 5.0
Era Revolusi Industri 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi dengan dukungan teknologi yang canggih namun berorientasi pada keberlanjutan. Integrasi teknologi digital pada produksi dan aplikasi pupuk bionuklir merupakan contoh nyata pertanian presisi (precision farming). Sensor IoT memungkinkan pemantauan kondisi tanah secara real-time, sementara sistem AI dapat mengatur dosis dan waktu aplikasi pupuk secara optimal berdasarkan data analitik (Undiknas, 2023; Dicoding, 2023).
Pendekatan ini menciptakan sistem pertanian yang adaptif, efisien, dan hemat sumber daya, sekaligus meminimalkan limbah serta kerusakan lingkungan. Pupuk bionuklir menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pertanian modern yang mengedepankan sinergi antara bioteknologi dan teknologi digital demi pencapaian target ketahanan pangan nasional dan ekonomi hijau (Djkn, 2023).
Kesimpulan
Produksi pupuk bionuklir dengan fermentasi mikroorganisme aktif adalah inovasi penting dalam pertanian modern berkelanjutan. Di era Revolusi Industri 5.0, pupuk biologis ini semakin potensial ketika dipadukan dengan teknologi pertanian canggih, menghasilkan sistem produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Petani didorong beradaptasi pada teknologi tersebut untuk memaksimalkan hasil dengan dampak minimal terhadap lingkungan.
Daftar Pustaka
Aisyahrani, A. S., et al. (2025). Pupuk organik cair asal limbah bio-slurry di Desa X. Prosiding Universitas Sanata Dharma. https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/download/1338/721/3484
BPMBKM UMA. (2023). Pertanian 5.0: Revolusi teknologi di dunia pertanian. https://bpmbkm.uma.ac.id/2023/07/27/pertanian-5-0-revolusi-teknologi-di-dunia-pertanian/
Bio-Nuklir Versi Kimia. (2025). Bio-Nuklir Versi Kimia [PDF]. Scribd. https://id.scribd.com/document/508221399/Bio-Nuklir-Versi-Kimia-pdf-filename-UTF-8-Bio-Nuklir-Versi-Kimia
Djkn. (2023). Mengenal Revolusi Industri 5.0. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/16023/Mengenal-Revolusi-Industri-50.html
Dicoding. (2023). Society 5.0: Masyarakat super cerdas, definisi dan penerapannya. https://dicoding.com/blog/society-5-0-masyarakat-super-cerdas-definisi-dan-penerapannya/
Gustriana, F. (2015). Pengaruh pemberian pupuk organik bio-slurry padat terhadap pertumbuhan tanaman. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/download/13201/9626/32105
Siregar, E. S. (2024). Kualitas pupuk organik cair (BIOURIN) yang difermantasikan dengan Effective Microorganism (EM4) [PDF]. Universitas Jambi Repository. https://repository.unja.ac.id/2374/1/Jurnal-Erwin%20Saputra%20Siregar-E10012136.pdf
Undiknas. (2023). Era Society 5.0: Era kedewasaan teknologi dan kemanusiaan. https://undiknas.ac.id/2023/09/era-society-5-0-era-kedewasaan-teknologi-dan-kemanusiaan/
Posting Komentar
0Komentar