Terimakasih Ibu Yan

Daun dan Biji
By -
0

CERPEN - Saya, Nareswari, duduk di bangku taman sekolah sambil menatap langit sore yang mulai merona jingga. Hati saya penuh rasa syukur dan kagum kepada sosok yang selama ini menjadi tempat saya belajar dan bertumbuh, Ibu Yan.

Ibu Yan bukan hanya guru pembimbing saya dalam menulis esai OPI, yang akhirnya membawa saya meraih golden ticket. Lebih dari itu, beliau adalah wanita kuat yang membimbing saya membentuk mental dan akhlak. Dalam setiap pertemuan, Ibu Yan menunjukkan ketulusan dan kesabaran yang luar biasa. Beliau tidak hanya mengajari saya cara menulis dengan baik, tetapi juga menuntun saya menjadi pribadi yang lebih baik.

Setiap kali saya merasa putus asa, Ibu Yan selalu hadir dengan kata-kata penyemangat yang membuat saya bangkit. Bahkan saat saya melakukan kesalahan, beliau menghadapinya dengan pengertian dan perhatian seperti seorang ibu kepada anaknya sendiri.

Saya teringat bagaimana beliau rela meluangkan waktu di luar jam sekolah, membimbing saya dengan sabar, memperbaiki setiap tulisan saya tanpa lelah. Beliau tidak pernah memandang saya hanya sebagai murid, melainkan seperti anak yang harus dibimbing dengan kasih sayang dan keteladanan.

Terima kasih, Ibu Yan. Untuk setiap ilmu yang Anda bagikan, untuk setiap semangat yang Anda tanamkan, dan untuk kasih yang tak ternilai. Saya ingin terus belajar dan berkembang, membawa semuanya yang telah Ibu tanamkan dalam diri saya.

Semoga saya dapat menjadi pribadi yang tak hanya membanggakan Ibu, tetapi juga meneruskan kebaikan dan ketulusan seperti yang Ibu berikan kepada saya.

***
Penulis: Nareswari 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)