Menimbang Manfaat dan Risiko Ekstraksi Tambang

Daun dan Biji
By -
0

Jakenan, 28 Agustus 2025 — Sejumlah siswa kelas XII F12 SM N 1 Jakenan menggelar diskusi penuh semangat membahas isu kontemporer seputar ekstraksi sumber daya alam (SDA) dalam konteks pembangunan nasional. Diskusi yang berlangsung di ruang kelas tersebut berhasil mengangkat berbagai sudut pandang kritis terkait dampak sosial, ekonomi, dan ekologi dari metode ekstraksi SDA, khususnya tambang dan hayati.

Kelompok penyaji yang diwakili oleh Yogi Firmansyah dan Fikar Ahmed menyampaikan bahwa ekstraksi sumber daya alam merupakan kunci penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan diversifikasi ekonomi negara. "Ekstraksi SDA harus dilakukan dengan tata kelola yang baik agar tidak merusak lingkungan dan dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat," ujar Yogi.


Namun demikian, kelompok penyanggah yang diketuai oleh Wahyu Ramadhan meragukan efektivitas pengelolaan tersebut. Mereka menyoroti banyaknya kasus tambang ilegal dan potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas pertambangan. Kurnia Maisya menegaskan, "Tambang ilegal dan kongkalikong dengan aparat membuat masyarakat lokal sering menjadi korban dan air terdampak parah."


Julia menambahkan, "Bagaimana kita dapat memastikan bahwa Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) benar-benar dijalankan dengan baik, bukan sekadar dokumen formalitas?"

Diskusi semakin memanas ketika Ani menyampaikan kekhawatiran soal janji-janji keuntungan tambang yang seringkali hanya manis di bibir saja tanpa hasil nyata bagi masyarakat sekitar. Alfian juga menambahkan pandangannya bahwa keberadaan tambang di berbagai wilayah Indonesia sering kali lebih banyak mendatangkan kerugian ketimbang manfaat.

Menanggapi kritikan tersebut, Fikar mengatakan, "Perusahaan tambang legal saat ini mulai menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. Tetapi memang perlu model yang lebih baik agar pengelolaan berjalan berkelanjutan dan masyarakat terlibat aktif."

Yogi menutup diskusinya dengan tekad generasi muda: "Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah. Saatnya hilirisasi agar nilai tambah SDA dinikmati di dalam negeri dan Indonesia tidak tertinggal dari negara lain."



Diskusi ini menggarisbawahi bahwa ekstraksi SDA adalah jalan pilihan yang kompleks dan penuh tantangan. Keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dan pemerintah menjalankan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan adil, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)