Soal 1: Studi Kasus Ketergantungan Pupuk Kimia dan Dampak Sosial-ekonomi
Studi Kasus:
Seorang petani di desa X mengandalkan pupuk kimia untuk meningkatkan hasil panennya. Namun, dalam lima tahun terakhir, biaya pembelian pupuk meningkat drastis, sementara kualitas tanah mulai menurun. Beberapa petani mampu membeli pupuk secara rutin, tetapi sebagian lainnya terpaksa mengurangi penggunaan pupuk karena keterbatasan modal. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan hasil panen dan pendapatan antarpetani di desa tersebut.
Pertanyaan:
Berdasarkan studi kasus di atas, apa implikasi sosial-ekonomi jangka panjang yang paling mungkin terjadi akibat ketergantungan pada pupuk kimia?
a. Peningkatan produktivitas pertanian secara merata di seluruh desa
b. Meningkatnya kesenjangan ekonomi antarpetani karena biaya produksi yang tidak seimbang
c. Petani beralih ke pasar global untuk meningkatkan pendapatan
d. Pertumbuhan populasi desa meningkat karena hasil panen yang melimpah
e. Ketergantungan pangan impor menurun karena produksi lokal meningkat
Jawaban: b
Pembahasan:
Ketergantungan pada pupuk kimia menyebabkan biaya produksi yang tinggi sehingga petani dengan modal terbatas kesulitan membeli pupuk secara rutin. Hal ini menimbulkan ketimpangan hasil panen dan pendapatan, memperlebar kesenjangan ekonomi antarpetani.
Soal 2: Analisis Infografis Dampak Penggunaan Pupuk Kimia Berlebihan
Infografis:
(Gambar infografis yang menunjukkan tren penggunaan pupuk kimia selama 10 tahun terakhir, penurunan kualitas tanah, dan dampaknya terhadap hasil panen dan ketahanan pangan nasional)
Pertanyaan:
Berdasarkan infografis tersebut, apa dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi terhadap ketahanan pangan nasional jika tren penggunaan pupuk kimia berlebihan terus berlanjut tanpa intervensi?
a. Ketahanan pangan nasional meningkat karena hasil panen stabil
b. Ketahanan pangan melemah akibat penurunan kualitas tanah dan produktivitas pertanian
c. Ketahanan pangan tetap stabil karena dapat diatasi dengan impor pangan
d. Tidak ada dampak signifikan karena pupuk kimia selalu tersedia
e. Ketahanan pangan sepenuhnya bergantung pada musim hujan
Jawaban: b
Pembahasan:
Penggunaan pupuk kimia berlebihan menyebabkan degradasi tanah dan kerusakan ekosistem, yang berdampak negatif pada produktivitas lahan. Jika kondisi ini berlanjut, ketahanan pangan nasional akan melemah karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Soal 1: Dampak Perubahan Iklim dan Perubahan Sosial pada Petani
Studi Kasus:
Di sebuah komunitas petani, perubahan iklim menyebabkan pola curah hujan tidak menentu dan penurunan kualitas tanah. Petani yang memiliki akses informasi dan modal mulai mengadopsi varietas tanaman tahan kekeringan dan teknologi baru, sementara petani lain tetap menggunakan metode tradisional karena keterbatasan sumber daya. Kondisi ini memicu perubahan sosial di komunitas tersebut.
Pertanyaan:
Menurut teori perubahan sosial, apa dampak sosial jangka panjang yang paling mungkin terjadi akibat perbedaan kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan iklim ini?
a. Terjadinya kesetaraan sosial karena semua petani beradaptasi dengan cepat
b. Meningkatnya kesenjangan sosial-ekonomi dan potensi konflik antarpetani
c. Petani yang tidak beradaptasi akan segera meninggalkan profesinya
d. Komunitas petani menjadi homogen dalam pola tanam dan teknologi
e. Tidak ada perubahan sosial karena perubahan iklim tidak berdampak pada masyarakat
Jawaban: b
Pembahasan:
Perbedaan akses dan kemampuan adaptasi menyebabkan kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin melebar, yang dapat memicu ketegangan dan konflik dalam komunitas, sesuai dengan konsep perubahan sosial yang melibatkan konflik dan resistensi.
Soal 2: Strategi Adaptasi Kolektif Berdasarkan Teori Perubahan Sosial
Pertanyaan:
Dalam rangka meningkatkan ketahanan petani terhadap dampak perubahan iklim, strategi adaptasi sosial-ekonomi manakah yang paling efektif berdasarkan teori perubahan sosial?
a. Memperkuat jaringan sosial dan norma kolektif untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan adaptasi
b. Mengandalkan bantuan individu tanpa koordinasi komunitas
c. Menolak perubahan teknologi dan mempertahankan cara bertani tradisional
d. Mengisolasi kelompok petani yang tidak mampu beradaptasi dari komunitas
e. Bergantung sepenuhnya pada impor pangan sebagai solusi
Jawaban: a
Pembahasan:
Memperkuat kapital sosial melalui jaringan dan norma kolektif memungkinkan petani saling mendukung dalam adaptasi terhadap perubahan iklim, meningkatkan kapasitas adaptasi kolektif dan keberlanjutan sosial-ekonomi, sesuai dengan teori perubahan sosial yang menekankan peran interaksi sosial dan struktur dalam proses perubahan.
Berikut adalah versi soal pilihan ganda yang sudah disempurnakan dengan konteks lebih konkret, bahasa lebih jelas, dan pilihan jawaban yang spesifik untuk menguji kemampuan analisis dan penerapan konsep teori perubahan sosial dalam konteks penyakit dan hama tanaman:
Soal 1: Studi Kasus Penggunaan Pestisida dan Perubahan Sosial
Studi Kasus:
Di sebuah desa pertanian, serangan hama tanaman meningkat pesat sehingga petani menggunakan pestisida secara berlebihan untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, penggunaan pestisida yang tidak terkendali menyebabkan kerusakan ekosistem dan menimbulkan ketimpangan ekonomi antara petani yang mampu membeli pestisida dan yang tidak.
Pertanyaan:
Berdasarkan teori perubahan sosial, penggunaan pestisida berlebihan ini paling tepat diartikan sebagai contoh dari:
a. Stagnasi sosial yang menghambat inovasi teknologi pertanian karena ketergantungan pada pestisida
b. Konflik sosial yang memperburuk ketimpangan ekonomi di antara petani akibat akses sumber daya yang tidak merata
c. Perubahan sosial yang tidak seimbang akibat perkembangan teknologi pertanian yang belum didukung kesadaran lingkungan
d. Evolusi sosial yang membawa perubahan pola produksi pertanian secara efisien dan berkelanjutan
e. Proses adaptasi sosial yang positif terhadap perubahan ekosistem dan iklim
Jawaban: c
Pembahasan:
Penggunaan pestisida secara berlebihan mencerminkan perubahan sosial yang tidak seimbang, di mana teknologi berkembang cepat namun kesadaran dan pengelolaan lingkungan belum memadai, sehingga menimbulkan dampak negatif sosial dan ekologis.
Soal 2: Perubahan Pola Hama dan Respons Sosial
Studi Kasus:
Perubahan iklim menyebabkan pola serangan hama dan penyakit tanaman berubah, memaksa petani untuk menyesuaikan cara bertani. Namun, sebagian petani menolak perubahan ini dan tetap menggunakan praktik lama, sementara yang lain mencoba inovasi baru meski dengan risiko tinggi.
Pertanyaan:
Menurut teori perubahan sosial, fenomena ini paling tepat digambarkan sebagai:
a. Modernisasi yang meningkatkan ketergantungan pada teknologi tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan
b. Perubahan struktural dalam masyarakat yang mendorong inovasi dan resistensi secara bersamaan dalam praktik pertanian
c. Konflik antar kelas sosial yang mempengaruhi distribusi dan penggunaan pestisida di masyarakat petani
d. Proses sosial yang menyeimbangkan dampak negatif perubahan iklim melalui adaptasi kolektif
e. Resistensi sosial yang menyebabkan stagnasi dan penolakan terhadap perubahan teknologi
Jawaban: b
Pembahasan:
Fenomena ini menunjukkan perubahan struktural yang kompleks, di mana inovasi dan resistensi terjadi bersamaan dalam masyarakat, mencerminkan dinamika sosial yang khas dalam proses perubahan sosial.
Posting Komentar
0Komentar