Jakenan, Pati, 14 Januari 2026 - SMA Negeri 1 Jakenan Pati mengidentifikasi digitalisasi pembelajaran sebagai kendala utama dalam evaluasi program 2025, dengan dampak hasil belajar belum meluas secara optimal. Kepala Sekolah Rumaji, S.Pd., M.Si. berkomitmen tingkatkan blended learning dan supervisi digital pada 2026, sejalan target penerimaan siswa ke PTN dari 36 menjadi 50+ siswa.[data Kendala][data Kurikulum]
Dalam evaluasi di Ruang Literasi, Rumaji memaparkan capaian kurikulum 2025: Tes Kemampuan Akademik (TKA) 100% siswa kelas XII, 36 siswa tembus PTN via SNBP/SNBT/PDSS, SPMB 12 rombel x 36 siswa. Namun, "digitalisasi pembelajaran dampaknya belum meluas—perlu infrastruktur dan pelatihan guru," ungkapnya. Siswa Raihan XI F/5 menegaskan: "Mohon program sekolah diarahkan ke PTN sesuai cita-cita."
Pengawas Bapak Didik menekankan data-driven: "Kurikulum TKA dan 7K harus berbasis grafik tren. Digitalisasi arsip TU dan dashboard real-time wajib 2026." Bidang TU catat administrasi lancar tapi digitalisasi belum full, survei kepuasan meningkat.
Strategi Digitalisasi + Peningkatan PTN 2026
| Fokus | Kendala 2025 | Solusi 2026 |
|---|---|---|
| Digitalisasi Pembelajaran | Dampak belum meluas | Blended learning + platform supervisi 2x/semester |
| Penerimaan PTN | 68 siswa | Target 100+ via SNBP/SNBT + bimbingan intensif |
| Administrasi TU | Menuju full digital | E-archive + dashboard BOS real-time |
| Data Kurikulum | Narasi tanpa grafik | Tabel kehadiran guru + progress projek bulanan |
| Literasi/Numerasi | Mixed method suboptimal | Platform digital + asesmen PAS online |
"Digitalisasi = kunci prestasi akademik berkelanjutan. Dari 36 siswa PTN 2025, 2026 lebih banyak lagi," tutup Rumaji dihadiri guru, TU, karyawan, komite, dan orang tua. Evaluasi ini jadi fondasi SMA N 1 Jakenan unggul akademik sekaligus lestari.
Tim Humas SMA N 1 Jakenan | Dokumentasi: Ruang Literasi, 14 Januari 2026

Posting Komentar
0Komentar