JAKENAN - Pemerintah Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyambut baik inovasi pembelajaran berbasis penelitian yang diterapkan oleh SMA Negeri 1 Jakenan. Dalam model belajar ini, siswa didorong untuk meneliti kelompok sosial dan produk-produk lokal di wilayah mereka.
Camat Jakenan, Yogo Wibowo, menilai langkah ini bukan hanya terobosan pendidikan, tetapi juga peluang mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui riset langsung siswa.
“Pembelajaran berbasis penelitian seperti ini adalah sistem baru yang menarik, karena siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung praktik,” ujar Yogo Wibowo saat ditemui usai wawancara dengan tim liputan sekolah.
Menurutnya, pendekatan ini membantu siswa memahami proses pengolahan produk sekaligus melatih kemampuan analisis dan observasi dalam kehidupan nyata. “Anak-anak bisa belajar dari hal kecil. Mereka meneliti bagaimana produk dibuat, dikembangkan, dan dikelola masyarakat,” lanjutnya.
Yogo Wibowo juga meyakini kegiatan ini menumbuhkan kreativitas siswa. Jika hasil riset memperlihatkan potensi besar, produk tersebut berpeluang dikembangkan menjadi unggulan lokal dan menembus pasar yang lebih luas. “Kalau dikembangkan dengan baik, produk ini bisa masuk pasar yang lebih besar,” katanya.
Sasmito, S.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Jakenan, turut memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran berbasis penelitian yang diterapkan di sekolahnya.
“Saya merasa senang dengan metode guru yang luar biasa ini,” ujar Sasmito. “Sosiologi sesuai dengan branding sekolah kita, literasi, dan ini sudah diimplementasikan ke dalam kelas. Ini bukan sekadar slogan atau branding, tapi benar-benar diaplikasikan di lapangan.”
Sasmito memegang sejumlah proposal penelitian siswa yang berisi riset-riset seputar kearifan lokal di Kabupaten Pati, seperti sinopsis studi Nasi Gandul serta potret kelompok sosial pengerajin anjaman bambu di Desa Blok, Rejo, Winong, Pati, dan lainnya.
Menurutnya, proses pembelajaran ini diawali penyusunan proposal, seminar proposal, penelitian lapangan, hingga seminar hasil penelitian. “Ini membekali anak-anak agar ketika masuk perguruan tinggi, mereka tidak kaget menghadapi tugas-tugas penulisan penelitian,” ucap Sasmito.
Sasmito menutup dengan harapan agar inovasi ini terus berkembang dan sukses ke depan. “Maturzoon. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Yogo Wibowo menambahkan, hasil riset siswa juga berguna bagi pemerintah kecamatan dalam inventarisasi potensi lokal. “Kami mendapatkan data lengkap produk Jakenan yang bisa digunakan untuk pengembangan,” jelasnya.
Data tersebut dipakai untuk mengangkat produk lokal dalam pameran atau festival ekonomi desa. “Ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha tapi juga memberi nilai tambah bagi siswa,” ungkap Yogo Wibowo.
Yogo Wibowo berharap hubungan sinergis antara pendidikan dan masyarakat terus berjalan. “Kegiatan ini mendidik siswa sekaligus memajukan potensi desa di Jakenan,” pungkas Yogo Wibowo.
Reporter: Tim Liputan SMA N 1 Jakenan

Posting Komentar
0Komentar