Pekan Budaya di SMAN 1 Jakenan: Membangkitkan Semangat Siswa dan Tantangan Memahami Makna Budaya

Lintang Bhakti Manintan
By -
0


JAKENAN – Pekan Budaya di SMAN 1 Jakenan selalu dinanti-nantikan oleh siswa dan siswi. Sejak awal bulan, antusiasme terlihat jelas ketika mereka mulai melakukan latihan berminggu-minggu untuk tampil di depan guru dan teman-teman. Berbagai seni tradisional seperti tarian, drama musikal, dan pertunjukan budaya lainnya menjadi puncak acara yang memukau ribuan pasang mata di sekolah.

           Salah satu penampilan karya saat pekan                                                  budaya

Pekan Budaya berhasil menarik perhatian banyak siswa, bahkan menjadi momen yang sangat ditunggu karena mampu menghidupkan kembali tradisi dan budaya lokal di lingkungan sekolah. Setiap siswa menjadi sangat excited saat menjelang Pekan Budaya. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh agar penampilannya sempurna. 


Namun, di balik semangat yang membara itu, terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Banyak siswa hanya menikmati pertunjukan secara visual tanpa benar-benar memahami makna dan filosofi di balik setiap tarian maupun drama musikal yang ditampilkan. Situasi ini menyebabkan Pekan Budaya kurang maksimal dalam membangun budaya literasi yang mendalam di kalangan pelajar.


Dari hasil wawancara dengan Mbak Intan Khoirunnisa dari kelas XI-1, diketahui bahwa kelompoknya membawakan sebuah tari kreasi wanita dalam Pekan Budaya. Namun, Mbak Intan mengaku belum memahami makna dari tari yang dibawakannya. Siswa lainnya pun menganggap Pekan Budaya seru dan dapat melestarikan budaya, meski makna mendalam dari tarian belum sepenuhnya diketahui.

             Tari Kerasi Wanita yang dibawakan oleh XI-1

Secara umum, tarian bertemakan wanita sering menggambarkan keindahan, kelembutan, dan karakter perempuan dalam budaya Indonesia. Misalnya, tarian Pakarena dari Bugis yang melambangkan sosok perempuan sopan, setia, dan mandiri. Ada juga tarian Karawitan Istri dari budaya Sunda yang mencerminkan kesantunan, kehati-hatian, dan peran perempuan sebagai penjaga nilai budaya dalam masyarakat. Tarian-tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga mengandung nilai filosofi dan sosial yang memperkaya budaya lokal.


Budaya literasi di sekolah merupakan kunci penting untuk memperkaya wawasan dan pemahaman siswa terhadap warisan budaya bangsa. Data menunjukkan bahwa budaya literasi dapat meningkatkan kreativitas, memperkaya kosa kata, menambah pengetahuan dan wawasan, sekaligus membentuk karakter siswa yang lebih kritis dan reflektif terhadap budaya mereka sendiri. Literasi budaya yang baik juga membantu mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang ada agar tidak lekang oleh waktu dan perkembangan zaman.


Menurut penelitian, penguatan budaya literasi berbasis kearifan lokal di sekolah mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap budaya. Ini menunjukkan pentingnya menjadikan Pekan Budaya bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga kesempatan untuk mendidik dan mengenalkan makna budaya secara lebih mendalam.


Diharapkan siswa tidak hanya aktif tampil, tetapi juga mampu merefleksikan dan menghayati setiap karya budayanya.


Jurnalis : Arifatunnisa'faiha

Penyelaras : Lintang Bhakti M. 


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)