Jakenan, 17 November 2025– Membaca buku merupakan aktivitas yang sangat penting dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar. Bagi siswa SMAN 1 Jakenan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah siswa mengakui bahwa mereka merasa membaca buku itu membosankan, terutama bila materi yang dibaca terlalu berat dan kaku. Namun, persepsi tersebut berubah ketika mereka membaca jenis buku seperti komik atau novel yang menghibur dan menarik. Salah satu siswa, Anindya Talita Nur Valentina dari kelas 105, mengaku lebih menyukai buku fiksi seperti komik. Ia biasanya membaca beberapa kali dalam seminggu di waktu senggang selama 10 sampai 20 menit, tanpa hari khusus untuk membaca. “Kalau baca komik atau novel, saya jadi lebih semangat karena ceritanya seru dan tidak bikin bosan,” ujarnya dalam wawancara khusus.
Menurut guru pembina literasi di SMAN 1 Jakenan, budaya membaca memang harus ditumbuhkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan agar siswa tidak merasa terbebani. “Kita dorong siswa untuk mulai dari buku yang mereka sukai dulu, baru berangsur-angsur ke buku yang lebih informatif dan edukatif,” ucapnya.
Manfaat literasi tidak hanya berhenti pada aspek akademik. Kebiasaan membaca memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan membangun daya imajinasi siswa. Dengan budaya literasi yang kuat, para pelajar dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Budaya literasi yang hidup di lingkungan sekolah seperti SMAN 1 Jakenan menjadi modal utama untuk menciptakan generasi yang cerdas dan adaptif. Kegiatan membaca buku yang variatif dan menarik menjadi pintu gerbang utama untuk membentuk karakter dan kemampuan belajar yang berkelanjutan.
Jurnalis : Mia Efa Juliana
Penyelaras : Lintang Bhakti M.


Posting Komentar
0Komentar