ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP TES KOMPETENSI AKADEMIK (TKA) TAHUN 2025: STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 JAKENAN

Daun dan Biji
By -
0

Penulis: Suhadi (Guru SMA N 1 Jakenan)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa kelas XII F12 SMA Negeri 1 Jakenan terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2025, dengan fokus pada aspek kemudahan, kesulitan, dan masukan untuk perbaikan proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari dokumen tanggapan tertulis 35 siswa yang diolah melalui tahap koding, kategorisasi, dan analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 63% siswa mengidentifikasi soal HOTS dan kompleks sebagai kesulitan utama, 57% menyoroti keterbatasan waktu, dan 43% mengalami kendala teknis selama ujian. Di sisi lain, 51% siswa merasa materi TKA sesuai dengan pembelajaran di kelas. Sebanyak 51% siswa merekomendasikan variasi latihan soal yang lebih beragam sebagai upaya perbaikan. TKA 2025 dinilai memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dengan tantangan teknis yang signifikan. Diperlukan penyelarasan materi pembelajaran, peningkatan kualitas latihan soal HOTS, dan perbaikan infrastruktur pendukung ujian untuk meningkatkan efektivitas TKA di masa depan.

Kata Kunci: Tes Kompetensi Akademik, Persepsi Siswa, Analisis Kualitatif, Higher Order Thinking Skills, Evaluasi Pembelajaran


PENDAHULUAN

Tes Kompetensi Akademik (TKA) merupakan instrumen evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa pada tingkat pendidikan menengah. Sebagai bagian dari sistem penilaian pendidikan nasional, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian pembelajaran, tetapi juga sebagai dasar untuk perbaikan proses pembelajaran (Kemendikbud, 2024).

Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kesiapan infrastruktur, kualitas soal, dan kondisi psikologis peserta (Sari & Pratama, 2023). Namun, masih terbatas penelitian yang secara khusus menganalisis persepsi siswa terhadap TKA dari sudut pandang pengalaman langsung mereka sebagai peserta ujian.

Berdasarkan gap penelitian tersebut, studi ini dilakukan untuk menganalisis persepsi siswa kelas XII F12 SMA Negeri 1 Jakenan terhadap pelaksanaan TKA tahun 2025. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama: (1) kemudahan yang dirasakan siswa, (2) kesulitan yang dihadapi, dan (3) masukan untuk perbaikan proses pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan TKA dan efektivitas pembelajaran di masa depan.

PEMBAHASAN

1. Karakteristik Responden dan Data

Penelitian ini menganalisis tanggapan dari 35 siswa kelas XII F12 SMA Negeri 1 Jakenan yang mengikuti TKA tahun 2025. Data berupa pernyataan tertulis yang dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: kemudahan, kesulitan, dan masukan untuk perbaikan.

Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkan Kategori Tanggapan

| Kategori Analisis | Jumlah Siswa | Persentase |
|-------------------|---------------|------------|
| Total Responden** | 35 | 100% 
Analisis data menunjukkan bahwa mayoritas siswa (51%) merasa materi TKA sesuai dengan pembelajaran di kelas. Hal ini mengindikasikan bahwa kurikulum yang diterapkan telah sejalan dengan konten ujian. Sebanyak 34% siswa menyoroti keuntungan adanya mata pelajaran pilihan yang memungkinkan mereka mengoptimalkan kemampuan pada bidang yang dikuasai.

Gambar 1. Distribusi Persepsi Kemudahan TKA (n=35)
```
KEMUDAHAN YANG DIRASAKAN SISWA

Materi sesuai pembelajaran ██████████████████ (51%)
Adanya mapel pilihan ████████████ (34%)
Format komputer/PG █████████ (29%)
Soal mudah dipahami ███████ (23%)
Waktu cukup ██████ (20%)
Pengawas & suasana nyaman █████ (17%)
```

"Aspek kemudahan terletak pada materi yang sudah familiar dari pelajaran sebelumnya dan penjelasan guru yang jelas," (Responden 15).

Format ujian berbasis komputer dan pilihan ganda juga dianggap memudahkan proses pengerjaan oleh 29% siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Anderson & Krathwohl (2001) yang menyatakan bahwa format assessment yang familiar dapat mengurangi anxiety peserta ujian.

3. Kesulitan yang Dihadapi Siswa

Aspek kesulitan yang paling dominan adalah kompleksitas soal HOTS (63%). Siswa mengaku kesulitan dengan soal-soal yang memerlukan analisis mendalam dan penerapan konsep dalam konteks baru.

Tabel 2. Tingkat Kesulitan yang Dihadapi Siswa

| Jenis Kesulitan | Frekuensi | Persentase |
|-----------------|-----------|------------|
| Soal HOTS dan kompleks | 22 | 63% |
| Waktu terbatas | 20 | 57% |
| Masalah teknis | 15 | 43% |
| Lingkungan tidak kondusif | 12 | 34% |
| Soal di luar ekspektasi | 10 | 29% |
| Pilihan jawaban mengecoh | 9 | 26% |

Gambar 2. Diagram Persentase Kesulitan TKA
```
KESULITAN YANG DIRASAKAN SISWA

Soal HOTS & kompleks ███████████████████ (63%)
Waktu terbatas █████████████████ (57%)
Masalah teknis ████████████ (43%)
Lingkungan tidak kondusif █████████ (34%)
Soal di luar ekspektasi ███████ (29%)
Pilihan jawaban mengecoh ██████ (26%)
```

"Soal-soal TKA menuntut pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama pada mapel wajib," (Responden 2).

Keterbatasan waktu menjadi masalah bagi 57% siswa, terutama pada soal-soal yang memerlukan perhitungan dan analisis mendalam. Masalah teknis seperti sinyal tidak stabil dan error sistem dialami oleh 43% siswa, yang secara signifikan mengganggu konsentrasi dan mengurangi waktu pengerjaan efektif.

4. Masukan untuk Perbaikan

Sebanyak 51% siswa merekomendasikan variasi latihan soal yang lebih beragam, termasuk soal-soal dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Sebanyak 46% siswa menekankan pentingnya penyelarasan materi pembelajaran dengan tipe soal TKA.

Gambar 3. Masukan Siswa untuk Perbaikan TKA
```
MASUKAN UNTUK PERBAIKAN TKA

Variasi latihan soal ██████████████████ (51%)
Penyelarasan materi TKA ██████████████ (46%)
Pembahasan mendalam ████████████ (40%)
Simulasi ujian █████████ (34%)
Metode mengajar interaktif ███████ (31%)
Perhatian psikologis siswa █████ (23%)
```

Tabel 3. Rekomendasi Perbaikan Berdasarkan Frekuensi Kemunculan

| Rekomendasi | Jumlah Siswa | Prioritas |
|-------------|---------------|-----------|
| Variasi latihan soal | 18 | Tinggi |
| Penyelarasan materi dengan TKA | 16 | Tinggi |
| Pembahasan mendalam | 14 | Sedang |
| Simulasi ujian | 12 | Sedang |
| Metode mengajar interaktif | 11 | Sedang |
| Perhatian psikologis siswa | 8 | Rendah |

"Guru sebaiknya lebih menyesuaikan materi yang diajarkan di kelas dengan jenis soal yang muncul dalam TKA," (Responden 2).

Pembahasan mendalam untuk konsep-konsep fundamental dan simulasi ujian juga menjadi harapan mayoritas siswa untuk persiapan TKA yang lebih optimal.

5. Analisis Komparatif dan Implikasi Pedagogis

Gambar 4. Perbandingan Top 3 Aspek TKA
```
TOP 3 ASPEK TKA BERDASARKAN FREKUENSI RESPON

KEMUDAHAN:
Materi sesuai pembelajaran (51%)
Mapel pilihan (34%)
Format komputer (29%)

KESULITAN:
Soal HOTS (63%)
Waktu terbatas (57%)
Masalah teknis (43%)

MASUKAN:
Variasi soal (51%)
Penyelarasan materi (46%)
Pembahasan mendalam (40%)
```

Temuan penelitian ini menguatkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru perlu mengintegrasikan soal-soal HOTS dalam proses pembelajaran sehari-hari, bukan hanya pada sesi persiapan ujian.

Perbaikan infrastruktur teknologi juga menjadi prasyarat penting untuk kelancaran pelaksanaan TKA berbasis komputer. Sekolah perlu memastikan kestabilan jaringan dan kesiapan perangkat sebelum pelaksanaan ujian.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan analisis terhadap persepsi 35 siswa kelas XII F12 SMA Negeri 1 Jakenan terhadap TKA tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa:

1. Siswa mengalami kesulitan utama pada aspek kognitif tinggi (HOTS) dan manajemen waktu
2. Kesesuaian materi pembelajaran dengan konten ujian menjadi faktor kemudahan yang paling dihargai siswa
3. Masalah teknis dan lingkungan ujian yang tidak kondusif significantly mempengaruhi pengalaman mengikuti TKA
4. Siswa mengharapkan perbaikan dalam variasi latihan soal, penyelarasan materi, dan pembahasan yang mendalam

Rekomendasi

Berdasarkan temuan penelitian, diajukan rekomendasi sebagai berikut:

1. Bagi Guru;
   - Mengembangkan bank soal HOTS yang variatif
   - Melakukan pembahasan mendalam untuk konsep-konsep fundamental
   - Melaksanakan simulasi ujian dengan kondisi mirip TKA sesungguhnya

2. Bagi Sekolah
   - Meningkatkan kualitas infrastruktur teknologi pendukung ujian
   - Menciptakan lingkungan ujian yang kondusif
   - Memfasilitasi pelatihan guru dalam pengembangan soal HOTS

3. Bagi Peneliti Lanjutan;
   - Meneliti efektivitas berbagai model pembimbingan TKA
   - Menganalisis faktor penentu keberhasilan TKA dengan pendekatan kuantitatif
   - Mengembangkan instrument assessment yang lebih komprehensif untuk mengukur persepsi siswa

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L.W., & Krathwohl, D.R. (2001). *A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives*. Longman.

Creswell, J.W. (2014). *Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches* (4th ed.). SAGE Publications.

Kemendikbud. (2024). *Panduan Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik Tahun 2025*. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sari, R.P., & Pratama, H. (2023). *Evaluasi Pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer di Sekolah Menengah Atas*. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(2), 45-58.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

---

*Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas XII F12 SMA Negeri 1 Jakenan Tahun 2025. Setiap kutipan langsung dari responden telah disajikan secara anonim untuk menjaga kerahasiaan identitas peserta.
* Terlampir data primer (akses data Kurikulum SMANJA)
* Berkas foto milik Kurikulum SMANJA

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)