Ketabahan di Tengah Hijau: Inspirasi dari Diskusi Sederhana di Alam

Daun dan Biji
By -
0

YOGYAKARTA
– Di sebuah pendopo bambu dengan latar hamparan sawah yang hijau, sekelompok orang nampak hanyut dalam diskusi dan menulis catatan harian. Pertemuan sederhana itu menjadi ruang berbagi inspirasi, jauh dari hiruk-pikuk kota, namun sarat makna tentang makna ketabahan dan tanggung jawab pribadi.[1]

Salah seorang peserta pertemuan menuturkan, “Daun yang jatuh pun sudah diatur oleh Allah, apa lagi jalan hidup kita, setiap ketetapan pasti yang terbaik, jadi tetap semangat dan ikhlas.” Pesan itu bukan sekadar pengingat spiritual, namun juga menjadi semangat kolektif untuk menerima setiap ujian dengan lapang dada.

Pertemuan yang diwarnai suasana kebersamaan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah bagi setiap individu untuk saling menguatkan menjalani beban dan tantangan hidup. Mereka terbiasa berdiskusi bersama, saling memberi masukan, dan menuliskan refleksi masing-masing di tengah suasana alam terbuka yang meneduhkan.

Kehadiran para pendidik dalam forum tersebut menambah makna tersendiri. Tidak hanya membimbing secara akademis, mereka juga memastikan setiap langkah siswa maupun kolega selalu diridhoi, sebagaimana harapan yang tertulis dalam kutipan, "Semoga selalu diridhai di setiap langkah kaki kita."

Melalui pengalaman ini, nilai ketabahan, keikhlasan, dan kebersamaan menjadi bekal utama menghadapi tantangan hidup. Dari sudut alami sebuah desa, lahirlah inspirasi yang menegaskan: tanggung jawab, semangat, dan kolaborasi menjadi kunci dalam meraih kebahagiaan dan keberhasilan, sekecil apapun perannya dalam kehidupan sehari-hari.
***


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)