![]() |
| Suwarno, tampak mengikuti Upacara Hari Sumpah Pemuda di SMA N 1 Jakenan [22/10/2025] |
EDISI TOKOH - Di balik bersih dan rindangnya halaman SMA Negeri 1 Jakenan, ada sebuah pengabdian yang tak banyak terdengar, namun menjadi fondasi keteladanan yang nyata. Ia adalah Suwarno, petugas kebersihan yang telah mengabdi sejak sekolah ini pertama kali berdiri. Kini, menjelang HUT sekolah, semangatnya masih membara seperti api pertama yang tak pernah padam.
Setiap hari, langkahnya telah menyapa pagi jauh sebelum mentari terbit. Pukul 04.00, ia sudah tiba di sekolah. Usai menunaikan sholat Subuh, ia segera memulai tugasnya: menyapu, menata, dan memastikan setiap sudut halaman sekolah bersih sempurna sebelum para siswa dan guru datang. "Sebelum mereka datang, semua harus sudah rapi," ucapnya dengan rendah hati. Itulah prinsip yang dipegangnya selama puluhan tahun.
Tak hanya pagi hari, di sela-sela waktu istirahat pertama dan kedua, Suwarno masih menyempatkan diri memeriksa kebersihan halaman dan lantai. Tak jarang ia menyapu ulang ketika melihat ada yang kurang sempurna. Bagi dia, kebersihan bukan sekadar tugas, melainkan bentuk tanggung jawab dan cinta pada tempat ia mengabdi.
Namun, ada satu momen yang selalu ia utamakan: upacara bendera. Setiap upacara hari Senin dan hari besar nasional, Suwarno selalu hadir. Berganti baju seadanya usai menyelesaikan tugas pagi, ia berdiri tegak di barisan belakang, agak terpisah dari barisan siswa. Tatapannya lurus ke depan, tangannya menghormat dengan khidmat saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan. Itulah bukti nyata nasionalisme yang tak perlu dipertanyakan lagi—sebuah penghormatan yang lahir dari hati.
Jiwa nasionalisme yang ditanamkannya tak hanya terlihat dari sikapnya, tetapi juga mengalir dalam darah anak cucunya. Dua cucunya berhasil lolos seleksi dan kini mengabdi di POLRI dan TNI AU. Sebuah kebanggaan yang tak ternilai bagi seorang kakek yang mengajarkan arti cinta tanah leluhur bukan dengan kata-kata, tetapi dengan keteladanan.
![]() |
| Foto Suwarno dengan mengenakan kaos identitas SMA N 1 Jakenan saat merayakan ulang tahun bersama keluarga beberapa bulan lalu (Doc. Prawoto BS) |
Rumahnya yang tak jauh dari sekolah justru sering kali menjadi saksi betapa ia pulang paling akhir. Bahkan, di malam hari, ia kerap menyambangi sekolah lagi—seakan tak rela meninggalkan tempat yang telah menjadi bagian hidupnya.
Dengan keramahan yang hangat dan senyum yang tulus, Suwarno seolah menyampaikan pesan kepada seluruh warga SMA N 1 Jakenan: *Siapapun kamu, dan apapun profesi kamu, jadilah teladan. Jadilah pengabdi yang nasionalis.*
Ia bukan sekadar petugas kebersihan. Ia adalah simbol ketulusan, kesetiaan, dan cinta pada bangsa yang diwujudkan dalam setiap sapuan lidi dan setiap hormat bendera. Sebuah inspirasi yang mengajarkan kita: nasionalisme tak selalu berbicara di panggung, kadang ia bersemi dari hati seorang pengabdi yang tulus.
Jurnalis: Prawoto BS
Fotografer: Siti Zaenab


Posting Komentar
0Komentar