PATI - 29 Oktober 2025 – Di SMA Negeri 1 Jakenan, suasana belajar semakin hidup dengan metode pembelajaran berbasis literasi dan riset. Tiga kelas rintisan, yaitu XI F 1, XI F 8, dan XI F 11, masing-masing dibagi dalam lima kelompok, menghasilkan 15 proposal penelitian yang telah dicetak dan dapat diakses di perpustakaan sekolah.
Proses penelitian kini sedang berjalan mulai dari pengumpulan data, pengolahan, pengkodean, kategorisasi, visualisasi, verifikasi, hingga analisis data. Laporan hasil penelitian nantinya akan diluncurkan dalam bentuk digital sebagai sarana literasi pembaruan kelompok sosial desa sekitar SMA Negeri 1 Jakenan.
Pengalaman Langsung Siswa dalam Proses Pembelajaran
![]() |
| Suasana pembelajaran di kelas, tampak siswa sedang olah data usai pengumpulan data kelompok sosial (Sumber: Foto.koleksi kelompok kelas XI F 1, tahun 2025) |
Rindy Setiawati, siswi kelas 11.1, berbagi pengalamannya: “Tahap pertama kami menyusun rancangan penelitian, memilih topik, lalu mengajukan proposal yang sudah disetujui guru pembimbing. Setelah itu kami turun ke lapangan untuk wawancara dan mengumpulkan data. Semua data tersebut kami olah dan nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk buku atau video,” ujarnya.
Rindy memilih topik tentang pengaruh pengetahuan dan teknologi terhadap inovasi produk batik bakaran dari Pati. Dia menjelaskan, “Karena kami dari Pati, kami ingin menggali lebih dalam tentang batik bakaran, mulai dari proses pembuatannya, sejarah hingga ciri khas yang dimilikinya.”
Dia juga mengapresiasi metode pembelajaran ini, terutama dalam penggunaan teknologi dan pelajaran wawancara: "Saya belajar mengolah data dengan teknologi AI, belajar wawancara yang benar, dan menyusun proposal serta produk penelitian. Pembelajaran ini sangat membantu kami tidak hanya memahami sosiologi, tapi juga melestarikan produk lokal.”
Tantangan dan Kelemahan di Tengah Proses Pembelajaran
Syaidatun, siswi lain, mengungkapkan beberapa kendala: "Kami baru pertama kali melakukan penelitian langsung di lapangan, jadi agak kesulitan menentukan arah. Selain itu, proses pencetakan proposal cukup mahal, walaupun ini relatif tergantung orangnya.”
Namun dia menambahkan, "Tim Guru Pembimbing kani sangat membantu dan sabar membimbing kami. Kritik saya hanya terkait waktu wawancara yang tidak selalu fleksibel karena kesibukan siswa."
Kepala Sekolah Apresiasi Metode Pembelajaran Berbasis Riset
Mashuri, M.Pd, Wakil Kurikulum SMA Negeri 1 Jakenan, memberikan apresiasi positif terhadap metode pembelajaran berbasis riset yang tengah dijalankan di sekolah.
Menurut Mashuri, metode ini merupakan bagian penting dari metode ilmiah yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam melakukan penelitian sesuai tahapan yang benar. Ia menjelaskan:
“Jadi mulai dari menyusun rancangan, kemudian aksen untuk melakukan penelitian, setelah itu pengolahan data, dan terakhir penyusunan laporan. Saya pikir ini bisa terintegrasi dengan pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia dalam kaitan penyusunan laporan,” ujar Mashuri.
Mashuri juga menambahkan bahwa metode ilmiah semacam ini tidak hanya cocok diterapkan pada matapelajaran biologi, fisika, dan kimia, tetapi juga mapel lainnya.
“Dari sekolah sendiri menanggapi ini secara positif agar anak-anak dapat berkembang. Terlebih kami juga memiliki unit kegiatan yang berhubungan dengan penelitian, sehingga bisa saling bersinergi dengan pembelajaran berbasis riset ini,” tutupnya.
Pun dengan Kepala SMA Negeri 1 Jakenan, Pak Sasmito S.Pd, menyatakan kebanggaannya atas inovasi guru-guru sekolah.
![]() |
| Tampak Sasmito, S.Pd selaku Kepala SMA N 1 Jakenan, memamerkan proposal penelitian kelompok sosial karya siswa siswa di depan gedung sekolah (Fotograger: Subroto BS, 2025) |
“Salah satu metode yang luar biasa adalah pembelajaran di SMA N 1 Jakenan sesuai branding sekolah kami yang fokus pada literasi. Ini sudah diaplikasikan nyata, bukan sekadar slogan. Terbukti dari banyak proposal penelitian yang ada, mulai dari Nasi Gandul, kelompok sosial pengerajinan bambu, hingga desa-desa sekitar seperti Jakenan, Juwana, dan Winong,” ujar Pak Sasmito.
Dia berharap pengalaman ini akan membekali siswa untuk menghadapi tugas penelitian di perguruan tinggi kelak. "Sukses selalu untuk semuanya. Maturnuwun. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.
***
Jurnalis: Subroto BS
Fotografer: Subroto BS dan Foto Koleksi Siswa



Posting Komentar
0Komentar