Pelatihan Metodologi Penelitian Karya Ilmiah Digelar di SMA N 1 Jakenan

Daun dan Biji
By -
0


Jakenan – Sebanyak delapan puluh empat  siswa SMA Negeri 1 Jakenan mengikuti pelatihan metodologi penelitian karya ilmiah pada Rabu (19/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Literasi sekolah ini diadakan mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dengan tujuan membekali siswa-siswi dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas menuju sekolah unggul di bidang literasi dan penelitian.

Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber berkompeten, yakni Ibu Widyarini Emma W, Ibu Hanik Rosydah, dan Ibu Trimitaning yang membagikan materi mulai dari penyusunan rancangan penelitian, pengumpulan data, analisis data, hingga penulisan laporan ilmiah. Setiap kelas mengirimkan empat siswa sebagai peserta pelatihan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang proses penelitian.


Dalam sambutannya, Waka Kesiswaan,  menekankan pentingnya mengenali potensi dan minat siswa untuk menentukan bidang penelitian yang tepat, baik di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) maupun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Mereka juga mengingatkan agar siswa dapat mengelola waktu dengan baik, terutama bagi yang juga aktif mengikuti lomba atau kegiatan lain.


“Potensi setiap siswa berbeda, dan metode penelitian yang tepat akan membantu mereka mengasah kemampuan dan menemukan bakat tersembunyi dalam riset ilmiah,” ujar Ibu Hanik.


baca juga artikel Asti Indah Nariswari, Anak Petani Pati, Siswi SMAN 1 Jakenan Berhasil Meraih Golden Ticket IPB lewat OPI 2025 


Selama dua jam pelatihan, para siswa mendapatkan panduan teknis mulai dari identifikasi masalah penelitian, penentuan topik, hingga tahapan presentasi hasil penelitian. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong minat siswa untuk berprestasi dalam kompetisi karya ilmiah remaja ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan SMA N 1 Jakenan. Tindak lanjut pelatihan ini adalah membuat gugus penelitian siswa untuk disiapkan dan dilaksanakan dalam mempersiapkan lomba penelitian di ajang level nasional seperti OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia).


Pelatihan yang bersifat praktis dan interaktif itu ditutup dengan sesi tanya jawab dan pengenalan fasilitas perpustakaan, yang turut mendukung proses belajar dan penelitian siswa di sekolah. 


Jurnalis: Subroto BS 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)