Batur, Jakenan — Warung Mbah War Batur telah menjadi tujuan kuliner favorit masyarakat selama lebih dari tiga dekade. Terkenal dengan sajian khas seperti menu oseng cambah lombok ijo, oseng terong, sayur tewel, sayur semur, dan endok bunder. Warung ini buka sejak setengah tiga hingga pukul tujuh pagi.
Menurut pemilik warung, awal mula usaha ini dimulai pada tahun 1977 dengan berjualan kolak dan rujak keliling atau “iderke”. Selama sekitar lima tahun, pelanggan sudah bisa menikmati menu kolak, rujak, dan uyub. Kemudian pada tahun 1982, warung ini mulai menjual nasi dengan menu andalan seperti nasi sayur, oseng cambah sambel ijo, dan telur gobal gabul yang khas.
![]() |
| Pukul 08.00 pagi, suasana warung di jalan desa Batur dengan pintu terbuka satu, pertanda menu warung sudah habis (16 September 2025) |
“Dulu harga makanan sangat terjangkau, gorengan itu paling cuma 50 sampai 100 rupiah. Sekarang harga sudah naik, tapi semangat kami untuk memberikan rasa yang nikmat tetap sama,” ujar Mbah War, pemilik warung.
![]() |
| Mbah War, pemilik warung desa Batur Jakenan Pati (16 September 2025) |
Kuliner khas Warung Mbah War Batur tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya kuliner di daerah ini.
Sebagai tempat yang legendaris, Warung Mbah War Batur tetap menjadi pilihan utama bagi pecinta makanan yang ingin menikmati sajian sederhana namun penuh cita rasa nusantara.
***



Posting Komentar
0Komentar