Postingan

Merawat Nalar dan Kemanusiaan: Testimoni dari Lereng Penanggungan untuk Mbah Nun

Kunjungan Lapangan
PASURUAN,* Di sebuah sudut lereng Gunung Penanggungan, sebuah komunitas yang menamakan diri mereka "Maiyah Sulthon Penanggungan" berkumpul bukan untuk urusan politik atau ambisi kekuasaan. Mereka hadir untuk sebuah perayaan yang lebih sunyi namun mendalam: merayakan ulang tahun ke-73 Emha Ainun Nadjib, atau yang akrab disapa Mbah Nun. Dalam sebuah dokumentasi video yang diunggah baru-baru ini, terpancar bagaimana sosok Mbah Nun telah menjadi oase spiritual dan intelektual bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani, buruh keamanan, hingga dosen. Mereka berbagi kisah tentang bagaimana persentuhan dengan pemikiran Mbah Nun telah mengubah cara mereka memandang hidup. ### **Oase di Tengah Kegaduhan** Bagi **Muh. Masyhudi Luthfi**, seorang dosen yang telah mengenal Maiyah sejak tahun 2000, komunitas ini adalah ruang belajar yang unik. "Maiyah adalah ruang belajar bersama yang digerakkan oleh nilai, bukan paksaan," ujarnya. Senada dengan Luthfi, **Abdul Rochman**, s…