Tim siswa SMA Negeri 1 Majenang dari Provinsi Jawa Tengah—Fatih Najmi, Asfia Rivana, dan Dwi Saputri—meraih Penghargaan Khusus Kategori Revitalisasi Sejarah Lokal melalui proyek penelitian berjudul "Warisan di Antara Dedaunan: PTPN I Regional 3 Kebun Kawung dalam Bayang-Bayang Kolonialisme". Penelitian ini menggali sejarah perkebunan karet di Kebun Kawung, Cilacap, yang menjadi warisan kolonial Belanda dan kini dikelola sebagai aset BUMN strategis.
Latar Belakang Kebun Kawung
Kebun Kawung didirikan pada 1925 oleh "Kebun Kawung Maatschappij" di Cimanggu, Cilacap, sebagai inisiatif Belanda untuk mengembangkan perkebunan karet di tanah subur Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan van der Zanden dan De Groot, infrastruktur seperti fasilitas pengolahan, irigasi, dan perumahan pekerja dibangun, memanfaatkan iklim tropis untuk ekspor internasional. Pasca-kemerdekaan 1945, kebun ini dinasionalisasi menjadi bagian PTPN I Regional 3 (anak usaha PTPN III), melanjutkan produksi karet besar-besaran.
Bayang-Bayang Kolonialisme
Proyek tim SMA Negeri 1 Majenang menganalisis bagaimana sistem kolonial menciptakan ketergantungan ekonomi lokal melalui tenaga kerja murah dan monopoli tanah, yang masih terasa dalam struktur sosial petani Cilacap. Infrastruktur warisan Belanda—seperti sistem irigasi dan pengolahan—memberi efisiensi produksi, tapi juga meninggalkan disparitas akses lahan bagi masyarakat adat. Penelitian ini merevitalisasi narasi sejarah lokal, menyoroti transisi dari eksploitasi kolonial ke kedaulatan agraria Indonesia.
Kontribusi PTPN I Regional 3
PTPN I Regional 3 mengelola Kebun Kawung bersama unit seperti Merbuh (Kendal), fokus pada karet, teh, dan komoditas lain untuk mendukung ekonomi nasional. Pada 2023, restrukturisasi menjadikan PTPN I subholding besar dengan penggabungan delapan entitas, meningkatkan efisiensi produksi di Jawa Tengah. Warisan ini berkontribusi pada luas lahan perkebunan ribuan hektar, meski tantangan reforma agraria tetap ada.
Revitalisasi Sejarah Lokal
Penghargaan Khusus untuk tim Fatih cs. menekankan pentingnya pendidikan sejarah berbasis komunitas di SMA Negeri 1 Majenang, Cilacap, yang dekat dengan lokasi kebun. Proyek ini mengintegrasikan wawancara lokal, arsip kolonial, dan data BPS untuk rekonstruksi narasi, mendorong pelestarian cagar budaya perkebunan. Sebagai bagian OPSI 2025, prestasi ini model bagi sekolah Jawa Tengah dalam mengaitkan sejarah agraris dengan identitas nasional.
Implikasi Pendidikan dan Ekonomi
Penelitian ini relevan bagi siswa di daerah perkebunan, membangun kesadaran akan bonus demografi melalui revitalisasi warisan lokal untuk pariwisata edukasi dan agribisnis berkelanjutan. Kolaborasi sekolah dengan PTPN bisa ciptakan kurikulum STEM-sejarah, kontra-brain drain seperti #KaburAjaDulu dengan narasi kebanggaan lokal. Prestasi tim Majenang perkuat peran pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Posting Komentar
0Komentar