Tim siswa SMAS Islam Athirah dari Provinsi Sulawesi Selatan—Muhammad Rijal dan Salwa Salsabila AZ—meraih medali perak OPSI 2025 melalui proyek inovatif yang memanfaatkan mikrokontroler ESP32 untuk sistem Internet of Things (IoT) dalam mengoptimalkan pertumbuhan kecambah padi. Proyek ini menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia dengan teknologi smart farming, relevan bagi daerah agraris seperti Sulawesi Selatan.
Konsep Teknologi ESP32-IoT
ESP32 berfungsi sebagai pusat sensor untuk memantau parameter krusial kecambah padi: kelembaban tanah, suhu, cahaya, dan pH secara real-time melalui jaringan WiFi. Sistem otomatis mengatur irigasi, ventilasi, dan pencahayaan LED grow light berdasarkan data analitik, meningkatkan laju perkecambahan hingga 30-40% dibanding metode konvensional. Aplikasi mobile terintegrasi memungkinkan petani pemula mengontrol dari jarak jauh, mendemokratisasi teknologi tinggi di tingkat sekolah menengah.
Latar Belakang Pertanian Padi
Indonesia sebagai produsen padi terbesar ke-3 dunia menghadapi penurunan produktivitas akibat perubahan iklim dan lahan menyempit, dengan target swasembada pangan 2026. Kecambah padi stadium V3-V4 rentan terhadap fluktuasi lingkungan; IoT ESP32 menjaga kondisi optimal (suhu 28-32°C, kelembaban 70-80%) untuk percepatan vegetatif. Proyek tim Athirah menguji prototipe di greenhouse sekolah, hasilkan data empiris 25% peningkatan biomassa akar.
Kontribusi Smart Farming
IoT merevolusi pertanian dengan penghematan air 40%, pupuk 30%, dan deteksi dini hama via sensor gambar. Di Sulawesi Selatan (produsen beras 1,2 juta ton/tahun), teknologi ini skalabel untuk petani kecil, integrasi AI prediksi panen tingkatkan ketahanan pangan nasional. Prestasi perak tim Rijal-Salwa model STEM education yang kontra-brain drain #KaburAjaDulu dengan inovasi lokal.
Implikasi Ekonomi dan Pendidikan
Proyek ini dukung bonus demografi melalui pelatihan digital farming bagi siswa agraris, potensial ciptakan 500.000 lapangan kerja IoT-agri hingga 2045. SMAS Islam Athirah perkuat posisi sebagai pusat vokasi pertanian pintar di Sulsel, kolaborasi dengan dinas pertanian untuk pilot project. Sejalan target Indonesia Emas, teknologi ESP32 murah (Rp200.000/unit) aksesibel bagi 70% petani milenial.

Posting Komentar
0Komentar