Bukan Sekadar Sekolah Hijau, SMAN 1 Jakenan Bawa Riset Limbah Kantin ke Ajang Adiwiyata Nasional

Daun dan Biji
By -
0

SMAN 1 Jakenan (SMANJA) Pati sedang dalam sorotan setelah ditetapkan sebagai calon peserta Seleksi Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Rumaji, M.Si., sekolah ini tidak hanya mengandalkan infrastruktur hijau, tetapi juga mengusung riset ilmiah siswa sebagai senjata utama untuk lolos hingga tingkat nasional.

PATI,  – Nama SMAN 1 Jakenan (SMANJA) mulai diperhitungkan di kancah lingkungan hidup Jawa Tengah. Termasuk dalam daftar calon peserta Seleksi Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 untuk wilayah Cabang Dinas Pendidikan III, sekolah yang berlokasi di Jalan Jakenan–Winong ini tidak hanya menyiapkan penghijauan biasa.

Kepala Sekolah Rumaji, M.Si. bergerak cepat. Ia menggerakkan seluruh warga sekolah untuk membuktikan bahwa predikat sekolah adiwiyata bukan sekadar tentang banyaknya taman, tetapi juga tentang inovasi dan dampak nyata pada masyarakat.

Riset Siswa: Pupuk Organik hingga Penyelamatan Kendeng

Salah satu nilai jual utama SMANJA adalah keberhasilan riset siswanya di bidang pertanian berkelanjutan. Dua tim sains sekolah, **Tim Fertiva Smanja** dan **Tim Coco Smanja**, berhasil menyulap limbah pasar—seperti kulit bawang merah, lengkuas, dan air kelapa—menjadi pupuk organik cair. Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan limbah serabut kelapa menjadi *cocopeat* sebagai media tanam ramah lingkungan .

Inovasi ini tidak berhenti di laboratorium sekolah. Sejak dua bulan lalu, para siswa menguji coba pupuk tersebut pada tanaman melon di **Desa Pekalongan, Kecamatan Winong**, bekerja sama dengan BUMDes setempat. Hasilnya? Panen melon jenis Sweet Lavender dan The Blues menunjukkan kualitas yang lebih baik dibandingkan penggunaan pupuk kimia, baik dari segi ukuran maupun rasa .

“Dari penelitian saya, melonnya dapat tumbuh lebih baik daripada menggunakan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Berat melonnya tambah besar dan kualitas tumbuhannya juga sehat,” ujar Riska Oktaviani, salah seorang siswa peneliti, Jumat (6/3/2026).

Rencananya, temuan ini akan diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Kepala Sekolah Rumaji optimis riset ini bisa dikembangkan ke komoditas lain. "Hasilnya sangat memuaskan. Ke depan akan dicoba untuk tanaman lain. Ini bukti bahwa riset siswa bisa berdampak langsung pada kesejahteraan petani," ungkapnya .

Aksi nyata lainnya adalah kepedulian terhadap lingkungan regional. Pada Desember 2025 lalu, SMANJA bersama Komunitas Giat Tanam 33 dan Jaringan Masyarakat Peduli Kendeng (JMPPK) menanam ribuan pohon buah seperti alpukat, durian, dan matoa di lereng Gunung Panti. Kegiatan "Tanam Pohon untuk Masa Depan" ini menjadi komitmen sekolah dalam menyelamatkan kawasan karst Pegunungan Kendeng yang kritis .

Revitalisasi Sarpras: Dari Drainase hingga Digitalisasi

Menuju Adiwiyata Nasional 2026, SMANJA juga mempersiapkan aspek fisik. Dalam evaluasi program awal tahun 2026, Rumaji menegaskan fokus pada revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) berbasis lingkungan.

Beberapa rencana strategis yang disusun meliputi perbaikan sistem drainase untuk mencegah banjir musiman, pengecatan ramah lingkungan, hingga konversi laboratorium bahasa menjadi *green lab* dengan hidroponik indoor. Perpustakaan yang sempat rusak akibat rayap pun akan direnovasi total dengan sentuhan digitalisasi literasi lingkungan .

“Sarpras berkualitas hijau adalah fondasi prestasi akademik dan lingkungan lestari,” tegas Rumaji dalam rapat evaluasi di Ruang Literasi sekolah, Januari lalu .

Sinergi dan Peluang Menuju Nasional

Pengawas sekolah dan Komite turut mendorong agar pelaporan berbasis data dan progres sarpras dapat dipresentasikan secara transparan kepada orang tua dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Dengan modal lahan yang luas, sinergi bersama desa, pengalaman menanam ribuan pohon, serta riset inovatif yang sudah terbukti, SMANJA dinilai memiliki potensi besar untuk tidak hanya menang di tingkat provinsi, tetapi juga melaju sebagai wakil Jawa Tengah di Adiwiyata Nasional.

“Alamnya rindang, sumber daya berlimpah, dan yang terpenting anak-anak punya riset nyata. Kita targetkan tembus provinsi lalu nasional,” pungkas Rumaji .

---

**Tags:**
- #Adiwiyata2026
- #SMAN1Jakenan
- #SekolahHijau
- #Pati
- #RisetSiswa
- #LingkunganHidup

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)