SMA Negeri 1 Jakenan Siapkan 172 Siswa Ikuti SNBP 2026

Daun dan Biji
By -
0

JAKENAN
– SMA Negeri 1 Jakenan terus memaksimalkan layanan pendampingan bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Tahun ini, sekolah mendapatkan kuota 172 siswa eligible dari total 430 siswa kelas XII

Ketua Tim Layanan SNBP SMA Negeri 1 Jakenan, Siti Markonah, mengatakan kuota tersebut ditetapkan oleh panitia pusat pada 29 Desember 2025. Penetapan kuota didasarkan pada akreditasi sekolah dan sistem penilaian yang digunakan.

“Sekolah kami terakreditasi A, sehingga memperoleh kuota SNBP sebesar 40 persen dari jumlah siswa kelas XII. Dari total 430 siswa, kuota kami adalah 172 siswa eligible,” ujar Siti Markonah saat ditemui, Senin (12/1/2026).

baca juga artikel Layanan Pembelajaran 

Penentuan Siswa Eligible Berdasarkan Peminatan

Siti menjelaskan, penentuan siswa eligible tidak lagi didasarkan pada jurusan IPA dan IPS seperti tahun-tahun sebelumnya. SMA Negeri 1 Jakenan kini menggunakan sistem kelompok peminatan.

“Penentuan eligible dilakukan dengan merangking siswa di masing-masing kelompok peminatan, kemudian diambil 40 persen dengan nilai tertinggi,” jelasnya.

Jumlah siswa eligible di setiap kelas bervariasi, tergantung jumlah siswa dan capaian nilai pada kelompok peminatan tersebut. Untuk kelas yang berada dalam satu kelompok peminatan yang sama, penentuan dilakukan berdasarkan peringkat nilai tertinggi.

Minat Siswa ke Berbagai PTN

Terkait tujuan perguruan tinggi, Siti menyebutkan bahwa minat siswa SMA Negeri 1 Jakenan cukup beragam dan tersebar di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama.

“Anak-anak tersebar ke berbagai PTN, seperti UGM, Universitas Brawijaya, UNNES, UNS, dan ITS. Namun, UNNES masih menjadi tujuan terbanyak,” kata dia.

Menurutnya, pilihan perguruan tinggi juga sangat dipengaruhi oleh pertimbangan orang tua, terutama terkait jarak dan biaya. Banyak orang tua yang mengarahkan anaknya untuk memilih perguruan tinggi yang lebih dekat dengan domisili.

Strategi Pemilihan Program Studi

Sekolah juga memberikan pendampingan khusus dalam pemilihan program studi. Siti menekankan pentingnya strategi yang realistis agar peluang diterima lebih besar.

“Nilai tinggi saja tidak cukup. Anak harus memilih program studi yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat persaingan. Misalnya, nilai 92 itu masih sangat berisiko jika memilih Teknik Sipil di UGM, karena biasanya yang diterima nilainya di atas 95,” ujarnya.

Meski demikian, beberapa siswa SMA Negeri 1 Jakenan tetap berhasil diterima di UGM melalui program studi dengan tingkat peminat yang lebih rendah.

Pendampingan Sejak Kelas X

Pendampingan SNBP di SMA Negeri 1 Jakenan telah dilakukan sejak siswa duduk di kelas X. Guru Bimbingan dan Konseling secara rutin memberikan sosialisasi mengenai jalur masuk perguruan tinggi, yakni SNBP, SNBT, dan jalur mandiri.

“Karena SNBP menggunakan nilai semester 1 sampai 5, siswa harus menjaga konsistensi prestasi sejak awal. Kalau nilainya turun, peluang masuk eligible juga ikut turun,” kata Siti.

Dorong Siswa Ikuti KIP Kuliah

Mayoritas siswa SMA Negeri 1 Jakenan berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Oleh karena itu, sekolah aktif mendorong siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk mengikuti Program KIP Kuliah (KIP-K).

“Seleksi SNBP dan KIP-K itu terpisah. Setelah siswa diterima SNBP, baru KIP-K menyeleksi lagi. Biasanya yang aman itu desil 1 sampai 3,” jelasnya.

Namun, ia mengakui setiap tahun masih ada siswa eligible yang mengundurkan diri karena kekhawatiran orang tua terhadap biaya pendidikan, meskipun telah mendapatkan sosialisasi dan pendampingan dari sekolah.

Komitmen Sekolah

Siti menegaskan, SMA Negeri 1 Jakenan berkomitmen untuk terus mendampingi siswa agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai potensi akademik dan kondisi masing-masing.

“Kami berusaha memberikan layanan maksimal, mulai dari pendampingan akademik, pemilihan program studi, hingga sosialisasi bantuan pendidikan, agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan,” pungkasnya.

Jurnalis: Subroto Pamungkas 
Editor: Rilo Adhi Nugroho 
Fotografer: Wimar Ichwan 

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)