Siswa SMA N 1 Jakenan Koding Tanaman Melon di Greenhouse

Daun dan Biji
By -
0


Penelitian Melon - 
Siswa kelas XE-4 SMA N 1 Jakenan, di bawah bimbingan ibu Varuni, melakukan kegiatan penelitian intensif tentang media tanam cocopeat dan pupuk organik cair (POC) untuk tanaman melon milik Kelompok Tani Wangan Bolek, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung di greenhouse "Kencana Resto and Garden" pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan pendampingan guru Pak Suhadi (Pak Hadi), Bu Varuni, Pak Heri, dan Mas Kolid.

Kepala Sekolah SMA N 1 Jakenan, Rumaji, S.Pd., M.Si., mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Kepala Desa Pekalongan, Fatkhurroi, dan Ketua Kelompok Tani Wangan Bolek, Agus, turut berkontribusi dalam menyediakan lahan dan fasilitas greenhouse untuk penelitian ini.

Rangkaian Kegiatan Penelitian

Tim siswa yang terdiri dari Reyhan Davin Fernanda, Riska Oktaviani, Anaya Shiren Febiola, dan Warsito memulai hari dengan makan siang untuk mengisi energi, atas saran Pak Hadi dan Bu Varuni. Agenda utama mencakup:

  • Pemeriksaan dan Koding Tanaman: Siswa memeriksa kondisi tanaman melon dari fase vegetatif hingga generatif, lalu menempelkan nomor secara bergantian pada 220 polibag berisi tanaman. Proses ini dilakukan sambil mengobservasi perkembangan tanaman yang ditanam di media cocopeat dan diberi POC.

  • Input Data Pengamatan: Data dicatat ke dalam dua tabel terpisah—vegetatif (ditangani Shiren dan Fernanda) serta generatif (Riska dan Warsito). Mereka mendiskusikan progres tanaman, termasuk perawatan harian dan respons terhadap pupuk organik.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB, diakhiri dengan istirahat minum es dan menunggu jemputan pulang.

Pengalaman Berharga Siswa

Warsito berbagi, "Saya belajar merawat tanaman melon dengan baik, bekerja sama dengan teman-teman, lebih teliti dalam mengamati pertumbuhan, dan memahami pentingnya kesabaran dalam penelitian. Kegiatan ini menambah pengetahuan serta melatih tanggung jawab."

Reyhan Davin Fernanda menambahkan, "Ini pengalaman pertama saya. Bersama teman-teman dan guru yang supportif, plus bantuan Mas Kolid dalam input data, membuat penelitian sangat seru. Terima kasih kepada semua pendamping."

Riska Oktaviani mengisahkan, "Kami makan dulu sambil memotong nomor, lalu koding hingga 220 tanaman. Setelah itu, isi laporan sambil ngobrol progres melon. Sangat bermanfaat!"

Anaya Shiren Febiola menyimpulkan, "Pengalaman pertama menempel nomor dan catat data fase vegetatif. Sekarang saya lebih peduli lingkungan dan mendapat pengetahuan luas tentangnya."

Penelitian ini tidak hanya mengintegrasikan ilmu pertanian dengan pembelajaran sekolah, tapi juga memperkuat kolaborasi antara siswa, guru, pemerintah desa, dan petani lokal. Kelompok Tani Wangan Bolek berharap hasilnya dapat meningkatkan produktivitas melon secara berkelanjutan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)