Dari Lereng Gunung Liman ke Podium OPSI: Kisah Caca, Zelfi, dan Perjuangan Identitas Sedulur Sikep Samin

Daun dan Biji
By -
0

Di antara gelombang modernisasi dan gemerlap teknologi, sebuah komunitas adat di lereng Gunung Liman, Bojonegoro, berjuang mempertahankan jati dirinya. Kisah perlawanan damai yang telah berlangsung 180 tahun itu, kini terekam dengan apik dalam sebuah penelitian siswa SMA, yang mengantarkan dua putri terbaiknya ke podium Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.

Caca Melly Mustikasari dan Zelfi Septi Anggraeni, siswa SMAN 1 Bojonegoro, berhasil meraih Medali Perunggu OPSI 2025 dengan karya penelitian berjudul "Krisis Identitas Masyarakat Samin Di Era Modernisasi Sebagai Komunitas Sedulur Sikep Samin di Desa Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro". Prestasi ini ditempa dari 26.723 peserta nasional, menempatkan mereka di posisi 0,5% teratas.

🌿 Menelusuri Jejak Perlawanan Damai 180 Tahun

Penelitian ini menyoroti Dusun Jepang, Desa Margomulyo, satu dari tujuh desa Samin tersisa di Bojonegoro, dengan populasi hanya 187 jiwa (data 2025). Komunitas ini mewarisi ajaran Samin Surosentiko (1846) yang membekali mereka dengan lima pitutur (tuntunan) sebagai senjata perlawanan tanpa kekerasan terhadap kolonialisme Belanda:

5 PITUTUR
✅ JUJUR – Kejujuran sebagai pondasi hidup  
✅ SABAR – Ketabahan dalam menghadapi ujian  
✅ TROKAL – Sederhana dan tidak berlebihan  
✅ RUKUN – Hidup harmonis dengan sesama  
✅ GOTONG ROYONG – Kebersamaan dalam suka dan duka


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)