Menjelang waktu berbuka puasa, banyak masyarakat mencari kegiatan ngabuburit yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Salah satu pilihan menarik yang kini menjadi favorit warga adalah mengunjungi kebun melon milik Pemerintah Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Di kebun ini, pengunjung tidak hanya bisa melihat hamparan melon yang siap panen, tetapi juga merasakan pengalaman memetik langsung buah dari pohonnya. Lebih dari itu, kebun melon ini juga menjadi sarana edukasi karena menggunakan pupuk organik hasil riset siswa SMA Negeri 1 Jakenan.
Destinasi Favorit untuk Ngabuburit
Kebun melon Desa Pekalongan menjadi magnet bagi warga yang ingin menghabiskan waktu sore sambil menunggu azan magrib. Suasana kebun yang asri dan tertata rapi menghadirkan pengalaman ngabuburit yang berbeda dari biasanya.
Selain memetik buah melon, pengunjung juga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto di antara deretan tanaman melon yang menggantung dan siap panen. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai edukatif tentang pertanian dan inovasi pupuk organik.
Untuk membawa pulang melon segar, pengunjung cukup membayar Rp30.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, masyarakat bisa menikmati buah berkualitas sekaligus pengalaman memetik langsung dari kebun.
Pupuk Organik dari Limbah, Hasil Riset Siswa
Keunikan utama kebun melon ini terletak pada penggunaan pupuk organik yang merupakan hasil penelitian siswa SMA Negeri 1 Jakenan. Salah satu siswa, Rizka Otaviani, mengungkapkan bahwa pupuk tersebut dibuat dari limbah yang kemudian diolah dan diaplikasikan pada tanaman melon sebagai bagian dari uji coba penelitiannya.
Hasil riset menunjukkan bahwa pupuk buatan para siswa ini mampu meningkatkan berat dan kualitas buah melon. Tidak hanya itu, rasa melon dinilai lebih manis dan segar dibandingkan dengan penggunaan pupuk berbahan kimia.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis limbah dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi kualitas hasil panen maupun kelestarian lingkungan.
Pemantauan dan Dukungan dari Pihak Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Jakenan, Rumaji, menyampaikan bahwa pihak sekolah terus melakukan pemantauan terhadap pengembangan pupuk organik karya siswa. Berdasarkan hasil uji coba, kualitas melon yang dihasilkan sangat memuaskan dan lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan sampah atau limbah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa bahan media tanam maupun pupuk dikembangkan dari limbah yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, biaya produksi atau permodalan tidak terlalu besar.
Menurutnya, hasil tanaman saat ini sudah mendekati masa panen dan diperkirakan sekitar 10 hari lagi sudah bisa dipetik. Sementara ini, pupuk organik tersebut baru diaplikasikan pada tanaman melon. Namun ke depan, akan dilakukan uji coba pada jenis tanaman lain.
Kolaborasi Desa dan Sekolah untuk Pertanian Berkelanjutan
Kepala Desa Pekalongan, Uhwaturoi, mengaku antusiasme masyarakat terhadap kebun melon ini sangat tinggi. Selain menikmati pengalaman memetik melon langsung dari pohonnya, warga juga dapat bersantai bersama keluarga di suasana kebun yang nyaman.
Kebun ini dikelola oleh Kelompok Tani Pangan Mulya Desa Pekalongan. Dalam hal pemberian dan pembuatan pupuk, pihak desa bekerja sama dengan tim riset SMA Negeri 1 Jakenan.
Berkat kolaborasi tersebut, kebun melon kini tidak lagi menggunakan pupuk kimia. Hasil panennya pun dinilai cukup bagus, bahkan lebih baik dibandingkan dengan pupuk pabrikan.
Ngabuburit yang Lebih Produktif
Kehadiran kebun melon edukatif ini menjadikan kegiatan ngabuburit lebih produktif dan bermakna. Masyarakat tidak hanya menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang cara menanam buah serta pentingnya inovasi pertanian ramah lingkungan.
Inisiatif ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, dan kelompok tani dapat menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kebun melon Desa Pekalongan pun menjadi contoh nyata bagaimana edukasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Sumber berkas: https://youtu.be/9QQJoL9fsFo?si=2uIfXPUyG7C5dPjy
Posting Komentar
0Komentar