PATI — Di tengah greenhouse Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ratusan tanaman melon tumbuh subur dalam polibag bernomor identifikasi. Kolaborasi siswa SMA Negeri 1 Jakenan dan Kelompok Tani Wangan Bolek menghasilkan pupuk organik inovatif, alternatif ramah lingkungan dari pupuk kimia konvensional.
Proyek ini, didokumentasikan dalam video penelitian, fokus pada pengembangan pupuk organik untuk tingkatkan kualitas dan hasil panen melon. Tong biru besar bertuliskan "PROGRAM PENELITIAN SMA N 1 JAKENAN, PUPUK ORGANIK TANAMAN MELON" jadi pusat fermentasi cairan organik yang diaplikasikan secara rutin.
Tahapan Riset Sistematis
Penelitian berjalan terstruktur, mulai fase vegetatif hingga generatif. Petani dan siswa lakukan pemangkasan daun-sulur, pengikatan batang ke tali penyangga, serta pemberian pupuk kocor. Setiap Hari Setelah Tanam (HST) dicatat detail: komposisi media tanam seperti kokopit, NPK, Nutribol, Ares; pengukuran tinggi batang, jumlah daun, warna daun; hingga semprot hama.
Pengamatan pakai pita ukur pada daun dan buah, direkam di lembar data tulis tangan. "Data akurat ini kunci analisis efektivitas pupuk organik," ujar salah satu siswa secara implisit lewat dokumentasi video.
Peran Siswa Muda sebagai Peneliti
Dua siswa SMA N 1 Jakenan unggul: Anaya Shiren Febiola sebagai pencatat data, dan Reyhan Davin Fernanda sebagai validator. Keterlibatan mereka tak hanya transfer ilmu dari sekolah ke lapangan, tapi juga bangun model pertanian berkelanjutan.
Inisiatif ini inspirasi bagi Pati, daerah sentra melon. Kolaborasi pendidikan-pertanian berpotensi replikasi di Jawa Tengah, dorong swasembada pangan organik.
Jurnalis: Suhadi
Fotografer: Rizka

Posting Komentar
0Komentar