Postingan

Banjir "Buatan Manusia": Dari Amblasnya Jakarta hingga Banjir Kayu Sumatra, Apa Kata Riset BRIN?

Daun dan Biji
Banjir "Buatan Manusia": Dari Amblasnya Jakarta hingga Banjir Kayu Sumatra, Apa Kata Riset BRIN?
Banjir di Indonesia tak lagi bisa disebut sekadar “bencana alam”. Riset terbaru menunjukkan, jejak tangan manusia dan keputusan politik ikut menentukan dalam setiap genangan yang menenggelamkan kampung-kampung dari Jakarta hingga Sumatra. instagram +2 ​ Wajah baru banjir: ketika tanah turun dan hutan hilang Dalam sebuah talkshow riset kebencanaan, peneliti BRIN Yus Budiono menegaskan bahwa penyebab utama kenaikan risiko banjir di Jabodetabek bukan hujan semata, melainkan penurunan muka tanah atau land subsidence. Penurunan ini terkait kuat dengan eksploitasi air tanah dan perkembangan kota yang tak diimbangi penyediaan air permukaan yang layak. brin +1 ​ Riset yang sama menyebut empat faktor utama: penurunan muka tanah, perubahan tata guna lahan, kenaikan muka air laut, dan kejadian cuaca ekstrem, dengan kontribusi penurunan muka tanah terhadap peningkatan risiko banjir disebut hingga 145 persen per tahun. Pola ini diperparah tren iklim: curah hujan tahunan mungkin tak melonjak drastis, tetapi…