Terimakasih Ibu Yan
CERPEN - Saya, Nareswari, duduk di bangku taman sekolah sambil menatap langit sore yang mulai merona jingga. Hati saya penuh rasa syukur dan kagum kepada sosok yang selama ini menjadi tempat saya belajar dan bertumbuh, Ibu Yan. Ibu Yan bukan hanya guru pembimbing saya dalam menulis esai OPI, yang akhirnya membawa saya meraih golden ticket. Lebih dari itu, beliau adalah wanita kuat yang membimbing saya membentuk mental dan akhlak. Dalam setiap pertemuan, Ibu Yan menunjukkan ketulusan dan kesabaran yang luar biasa. Beliau tidak hanya mengajari saya cara menulis dengan baik, tetapi juga menuntun saya menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap kali saya merasa putus asa, Ibu Yan selalu hadir dengan kata-kata penyemangat yang membuat saya bangkit. Bahkan saat saya melakukan kesalahan, beliau menghadapinya dengan pengertian dan perhatian seperti seorang ibu kepada anaknya sendiri. Saya teringat bagaimana beliau rela meluangkan waktu di luar jam sekolah, membimbing saya dengan sabar, memperbaiki s…