Bayang-Bayang Politik Penelitian CERPEN SEKOLAH RISET - Di lantai enam Gedung Ilmu Sosial, komunitas penelitian "Cakra" berdebat tentang proposal terbaru mereka. Dr. Anya, seorang sosiolog idealis dengan sorot mata tajam, memimpin pertemuan itu. Di hadapannya, dua kutub berseberangan duduk berseberangan. Di satu sisi, ada Dr. Bima. Peneliti kariristik yang cerdas dan ambisius. Bagi Bima, penelitian adalah tangga menuju pengakuan dan pendanaan. "Kita harus realistis, Anya! Proposal penelitian kita tentang 'Faktor-Faktor Penyebab Kemiskinan Struktural di Perkotaan' akan sulit sekali dapat pendanaan. Lihat trennya, yang didanai itu penelitian yang 'applicable' dan 'menguntungkan'," ujarnya, mengutip jargon favorit para penyandang dana. Di sisi lain, duduk Karina, mahasiswa S2 yang vokal dan kritis. "Jadi kita harus mengorbankan integritas hanya untuk uang? Apa gunanya penelitian jika tidak menyentuh akar persoalan yang sebenarnya? Bukankah kita justru harus menyoroti ketimp…