Postingan

Desa Glonggong: Di Antara Jalan Rusak dan Harapan yang Retak

Daun dan Biji
Di pagi yang dingin, embun masih menempel di daun padi yang melambai pelan di sawah Desa Glonggong. Dari kejauhan, suara ayam berkokok bersahutan dengan deru motor tua milik Pak Joko, seorang petani yang setiap hari melintasi jalan berlubang untuk menuju sawahnya. Desa ini, yang terletak di tepian Sungai Pemali Juwana, menyimpan cerita tentang perjuangan dan harapan, meski tantangan terus menghimpit. Kemiskinan yang Menjerat Di sebuah rumah berdinding bambu, Siti duduk termenung sambil menimang anak bungsunya. Suaminya baru saja pulang dari ladang dengan wajah lesu. "Hasil panen makin sedikit, harga jual pun tak seberapa," katanya lirih. Siti adalah satu dari 230 kepala keluarga di Desa Glonggong yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pandemi COVID-19 memperparah keadaan; pekerjaan hilang, penghasilan merosot, dan daya beli semakin lemah. Namun, bagi Siti dan keluarganya, kemiskinan bukan sekadar angka statistik. Itu adalah kenyataan sehari-hari—piring kosong di meja makan, anak…