Postingan
Mengungkap Warisan Keilmuan dan Kebudayaan dari Ambonese Herbal ke Bahasa Melayu Modern - Chronicles Best of 2024
Linius, Rumpius, dan Ambonese Herbal Saat kita membaca sejarah ilmu pengetahuan, nama-nama besar seperti Carl Linnaeus sering disebut sebagai pelopor dalam taksonomi biologi. Namun, jarang yang mengetahui bahwa karya Linnaeus banyak dipengaruhi oleh pekerjaan sebelumnya, termasuk karya besar dari Georg Eberhard Rumpf, atau yang lebih dikenal sebagai Rumpius. Salah satu kontribusi monumental Rumpius adalah buku Ambonese Herbal , yang selesai ditulis pada tahun 1697. Sayangnya, buku ini baru diterbitkan pada 1741, hampir setengah abad setelah manuskripnya selesai. Penundaan ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan VOC yang melarang penerbitannya karena khawatir akan eksploitasi kekayaan alam yang tercatat di dalamnya. Manuskrip Ambonese Herbal sempat berada di tangan Johannes Burman, seorang ilmuwan Belanda yang akhirnya menerbitkannya. Linnaeus, yang tinggal di rumah Burman saat pindah ke Belanda, memiliki akses langsung ke manuskrip ini. Dengan demikian, Ambonese Herbal tidak hanya m…