Postingan
Jejak Kolonial dan Pembentukan Bahasa Indonesia: Perang Tak Kasat Mata
Jejak Kolonial dan Pembentukan Bahasa Indonesia: Perang Tak Kasat Mata Kolonialisme Belanda di Nusantara bukan hanya berperang dengan senjata; mereka juga melancarkan perang tak kasat mata di medan budaya dan pengetahuan. Salah satu strategi utamanya adalah "merapikan" pengetahuan lokal melalui filter logika Eropa. Contoh nyatanya adalah babat Tanah Jawi, sebuah naskah yang ditulis ulang oleh Mainsma agar lebih sesuai dengan cara pikir kolonial. Naskah ini dibuat lebih koheren—mudah diikuti oleh logika Eropa—dan menyaring konten yang dianggap pantas bagi orang pribumi. Strategi ini menunjukkan betapa seriusnya Belanda dalam mendesain sistem pengetahuan yang terstruktur untuk mendukung kolonialisme. Mereka melatih pejabat kolonial untuk menguasai bahasa-bahasa lokal, bahkan membuat kamus-kamus awal untuk mempermudah kontrol terhadap masyarakat. Di sinilah muncul isu "translatability"—kemampuan untuk menerjemahkan cara pikir lokal ke dalam kerangka kolonial. Contohnya …