Postingan

Tak Lagi Pakai Kertas, Siswa Kelas X dan XI Ujian Bahasa Jawa Lewat QR Code

Kunjungan Lapangan

BAHASA JAWA
  — Pemandangan di Ruang 06 pada Rabu (3/6/2026) pagi ini tampak berbeda. Tak ada tumpukan kertas soal yang memenuhi meja. Sebagai gantinya, para siswa kelas X E-3 dan XI F-10 duduk tegak dengan smartphone di tangan, menatap layar dengan penuh konsentrasi.

Mereka tengah menempuh Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) untuk mata pelajaran Bahasa Jawa. Namun, alih-alih menggunakan alat tulis konvensional, ujian kali ini sepenuhnya bertransformasi ke ranah digital.

Sentuhan Teknologi di Pelajaran Tradisional

Menariknya, meskipun yang diujikan adalah mata pelajaran Bahasa Jawa yang kental dengan nilai tradisi, prosesnya justru sangat modern. Di setiap meja siswa, hanya tersedia selembar kartu kecil berisi kode QR (QR Code).

Cukup dengan satu kali pindai (scan), soal-soal ujian langsung muncul di layar ponsel masing-masing siswa. Inovasi ini membuat suasana ujian terasa lebih praktis dan kekinian.

"Dulu harus ribet bagi-bagi kertas, sekarang tinggal scan saja sudah bisa mulai mengerjakan. Lebih efisien dan tidak bikin tegang," ungkap salah satu siswa yang mengikuti ujian di Ruang 06.

Efisiensi dan Ramah Lingkungan

Langkah digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti tren. Penggunaan metode paperless ini merupakan komitmen sekolah untuk lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kertas secara besar-besaran.

Selain itu, sistem digital memungkinkan hasil ujian diproses lebih cepat dan akurat. Para guru tidak perlu lagi mengoreksi secara manual satu per satu, sehingga transparansi nilai pun lebih terjaga.

Tetap Tertib dan Terawasi

Meski menggunakan ponsel pribadi, integritas ujian tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan di Ruang 06 tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan para siswa tetap fokus pada soal dan tidak mengakses aplikasi lain di luar kebutuhan ujian.

Hingga sesi berakhir, pelaksanaan PSAT Bahasa Jawa berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis. Transformasi ini membuktikan bahwa pelajaran bahasa daerah pun bisa  (shd,26)

Posting Komentar