PSAT SMANJA - Rabu pagi, 3 Juni 2026, suasana serius dan fokus menyelimuti Ruang 7 saat Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) berlangsung. Puluhan siswa dari dua kelas berbeda, yakni Kelas X J F9 untuk mata pelajaran Matematika dan Kelas X E4 untuk mata pelajaran Fisika, tampak berkonsentrasi penuh mengerjakan soal-soal yang tersaji di hadapan mereka. Kegiatan penting ini diawasi langsung oleh Dwi Yuliani Leatari, S.Pd., memastikan kelancaran dan integritas pelaksanaan ujian.
Suasana PSAT di Ruang 7, terlihat siswa-siswi mengenakan seragam putih abu-abu dengan khidmat mengerjakan soal ujian. Seorang pengawas berdiri di bagian belakang ruangan, memantau jalannya ujian. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela, menerangi meja-meja belajar yang tertata rapi.
Suasana PSAT di Ruang 7, terlihat siswa-siswi mengenakan seragam putih abu-abu dengan khidmat mengerjakan soal ujian. Seorang pengawas berdiri di bagian belakang ruangan, memantau jalannya ujian. Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela, menerangi meja-meja belajar yang tertata rapi.
PSAT merupakan momen krusial bagi para siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari sepanjang tahun ajaran. Di Ruang 7, terlihat jelas bagaimana siswa-siswi berjuang menaklukkan tantangan akademis. Bagi Kelas X J F9, ujian Matematika menguji kemampuan mereka dalam penalaran logis dan perhitungan kuantitatif. Sementara itu, siswa Kelas X E4 dihadapkan pada soal-soal Fisika yang mendalam, mencakup berbagai konsep energi, kelistrikan, hingga fisika nuklir, seperti yang terlihat dari materi ujian yang membahas hukum kekekalan energi, efisiensi pembangkit listrik, hingga analisis tragedi Chernobyl.
Pengawasan ketat oleh Dwi Yuliani Leatari, S.Pd., menjadi jaminan bahwa proses penilaian berjalan sesuai standar. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai figur yang menjaga suasana kondusif agar siswa dapat mengerjakan soal dengan tenang dan jujur. Dwi Yuliani Lestari, S.Pd., menekankan pentingnya kedisiplinan yang tidak bisa dibentuk secara instan. "Membentuk kedisiplinan itu penting, tidak bisa dadakan seperti AI, dan AI pun tidak bisa membentuk kedisiplinan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa PSAT di SMA N 1 Jakenan menuntut kedisiplinan mulai dari tertib kehadiran, tertib administrasi, hingga tertib dalam mengerjakan ujian. "Semua tas ditaruh di depan, semua HP (ponsel) dobel juga ditaruh di depan," tegasnya, menggambarkan aturan ketat yang diterapkan untuk memastikan kejujuran dan fokus siswa. Setiap detail, mulai dari distribusi soal hingga waktu pengerjaan, dipastikan berjalan tertib.
Pelaksanaan PSAT ini diharapkan dapat memberikan gambaran akurat mengenai pencapaian belajar siswa, sekaligus menjadi evaluasi bagi pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di masa mendatang. Dengan berakhirnya PSAT, para siswa akan menantikan hasil dari upaya keras mereka selama ini, sementara pihak sekolah bersiap untuk mengolah data guna menyusun laporan pendidikan yang komprehensif. (Shd,26)
