Riset Siswa SMA Jakenan Ungkap Resiliensi Industri Bandeng Presto Juwana

Delapan siswa kelas XI-F1 SMA Negeri 1 Jakenan, Pati, berhasil menyelesaikan penelitian sosiologi yang menyoroti pelestarian tradisi pengolahan banden
Kunjungan Lapangan

RISET SISWA
  – Delapan siswa kelas XI-F1 SMA Negeri 1 Jakenan, Pati, berhasil menyelesaikan penelitian sosiologi yang menyoroti pelestarian tradisi pengolahan bandeng presto di Desa Duku Talet, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Riset ini mengungkap bagaimana industri rumahan tersebut bertahan dan beradaptasi, bahkan bangkit pasca-pandemi Covid-19, dengan kekuatan gotong royong dan peran sentral perempuan.

Di bawah bimbingan guru Sosiologi, Bapak Suhadi, tim peneliti terjun langsung ke lapangan. Mereka mewawancarai para perajin dan mengamati dinamika sosial-ekonomi yang melingkupi produksi bandeng presto, sebuah kuliner khas pesisir Juwana.

Bandeng Presto: Lebih dari Sekadar Kuliner

Penelitian berjudul "Pelestarian Tradisi Pengolahan Bandeng Presto Sebagai Warisan Budaya Desa Duku Talet" ini menemukan bahwa bandeng presto bukan hanya produk ekonomi. Ia adalah cerminan sistem sosial-budaya yang kompleks, berakar dari sejarah panjang dan semangat kebersamaan masyarakat setempat.

"Krisis moneter 1997-1998 menjadi titik balik. Banyak keluarga memulai usaha bandeng presto sebagai strategi bertahan hidup," jelas salah satu anggota tim peneliti dalam laporannya. Kisah ini menunjukkan daya tahan luar biasa masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Hibriditas Alami: Harmoni Tradisi dan Modernitas

Salah satu temuan menarik adalah konsep "hibriditas alami". Para perajin bandeng presto di Dukutalit secara cerdas memadukan metode tradisional dengan sentuhan modern. Generasi pertama mempertahankan penggunaan kayu bakar untuk menjaga cita rasa otentik, sementara generasi muda mulai mengadopsi alat presto modern demi efisiensi.

Perpaduan ini membuktikan bahwa tradisi dapat beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Bumbu dan pengemasan tetap dijaga secara tradisional, menciptakan keseimbangan antara warisan leluhur dan tuntutan pasar modern.


Peran Perempuan dan Tantangan Digitalisasi

Studi ini juga menyoroti peran krusial perempuan dalam industri bandeng presto. Ibu-ibu menjadi tulang punggung produksi, tidak hanya berkontribusi pada pendapatan keluarga tetapi juga meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri mereka.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga bahan baku, sulitnya akses modal formal, dan masalah standarisasi produk masih menjadi kendala. Pemasaran digital juga belum sepenuhnya optimal. Sebagian besar transaksi masih mengandalkan WhatsApp karena dianggap lebih personal dan membangun kepercayaan.

Sosiologi Berbasis Riset: Model Pembelajaran Masa Depan

Bapak Suhadi mengungkapkan kebanggaannya terhadap hasil kerja siswa-siswinya. "Penelitian ini adalah bukti nyata pentingnya pembelajaran riset berbasis sains. Mereka tidak hanya belajar metodologi, tetapi juga mengasah berpikir kritis dan analitis terhadap fenomena sosial," kata Suhadi.

Menurutnya, pembelajaran sosiologi berbasis riset adalah model berkelanjutan yang membekali siswa dengan keterampilan relevan. "Di dalamnya terkandung kaidah industri pengetahuan, di mana data diolah menjadi informasi, pengetahuan, dan dasar inovasi," tambahnya.

Penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi nilai akademik, tetapi juga inspirasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan untuk memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran. Tujuannya adalah mendukung keberlanjutan warisan kuliner bandeng presto Juwana, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. (shd,'26)

Posting Komentar