Ikan gabus (Channa striata) selama ini sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai ikan liar yang hidup di rawa-rawa. Konsumsi ikan gabus pun biasanya hanya dikaitkan untuk mempercepat penyembuhan pascaoperasi. Padahal, ikan ini memiliki potensi besar sebagai sumber pangan dengan gizi tinggi. Sejumlah peneliti bahkan menilai ikan gabus sebagai kandidat kuat *superfood* lokal yang kaya akan nutrisi, protein, dan dapat berfungsi sebagai pangan fungsional.
Artikel yang diterbitkan di harian KOMPAS pada Senin, 4 Mei 2026, menyoroti potensi besar ikan gabus ini. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Budidaya Air Tawar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adang Saputra, dalam seminar web bertajuk "Menggali Keunggulan Ikan Gabus sebagai Superfood Lokal" pada 16 April 2026 menuturkan bahwa ikan gabus merupakan sumber pangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, *superfood* sangat berguna sebagai asupan gizi.
Profil Nutrisi dan Keunggulan Ikan Gabus
Ikan gabus mengandung protein tinggi, termasuk albumin yang penting bagi tubuh. Profil nutrisi pada ikan gabus juga lengkap sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Beberapa keunggulan nutrisi ikan gabus antara lain:
- Kandungan Protein dan Albumin Tinggi: Ikan gabus mengandung protein tinggi, termasuk albumin yang penting bagi tubuh. Daging ikan gabus banyak mengandung albumin dalam kadar yang sangat tinggi.
- Nutrisi Lengkap: Ikan gabus juga mengandung zat besi, kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B.
- Kandungan Bioaktif: Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ekowati Chasanah, mengatakan ikan gabus juga punya manfaat sebagai antihipertensi. Kandungan asam amino esensial, asam lemak, dan mikronutrien pada ikan gabus mampu menghambat enzim ACE, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Manfaat Kesehatan Ikan Gabus
Berdasarkan infografik dan artikel, konsumsi ikan gabus memberikan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya:
- Pembentukan dan Pertumbuhan Otot: Kandungan protein ikan gabus sangat tinggi.
- Mempercepat Penyembuhan Luka: Daging ikan gabus banyak mengandung albumin dalam kadar yang sangat tinggi.
- Mempercepat Penyembuhan Pascaoperasi: Kandungan albumin ikan gabus dapat mempercepat proses pembentukan sel dan jaringan baru pada bagian tubuh yang mengalami proses operasi.
- Membantu Mengatasi Pembengkakan di Tubuh: Kandungan albumin dalam ikan gabus yang cukup tinggi juga dapat membantu mengatasi pembengkakan yang terjadi di tubuh manusia.
- Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Konsumsi ikan gabus akan membuat tubuh tidak mudah terserang berbagai penyakit akibat perubahan cuaca maupun karena faktor lain.
- Menjaga Keseimbangan Cairan dalam Tubuh: Albumin juga berfungsi untuk menjaga kestabilan regulasi cairan dalam tubuh (kandungan normal albumin dalam tubuh mencapai 60%).
- Membantu Penyembuhan Anak Autis: Ikan gabus memiliki kandungan yang dapat berfungsi untuk membantu penyembuhan pada pengidap autis.
- Memperbaiki Gizi Buruk: Dapat memperbaiki gizi buruk yang banyak terdapat pada bayi, anak balita, anak maupun ibu hamil.
- Penyembuhan Berbagai Penyakit: Dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit, seperti hepatitis, infeksi paru, tifus, diabetes, dan stroke.
- Sehat untuk Pencernaan: Ikan gabus memiliki protein kolagen yang lebih rendah dibandingkan kadar protein yang terkandung pada daging ternak darat lain (3%-5%).
Proses Ekstraksi Albumin Gabus Haruan
Untuk memaksimalkan pemanfaatan ikan gabus, dilakukan proses ekstraksi albumin. Proses ini telah dikembangkan oleh peneliti dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Kalimantan Selatan, sejak 2020. Proses ekstraksi ini meliputi tahapan berikut:
- Seleksi: Memilih ikan gabus haruan dengan berat $\pm 300$ gram/ekor.
- Pembersihan: Pembersihan sisik dan usus ikan gabus haruan.
- Persiapan Ekstrak: Memasukkan ikan ke dalam rangsang/wadah. Aplikasi E-Wellink digunakan untuk menyetel suhu awal pada $120^\circ\text{C}$.
- Ekstraksi: Setelah mencapai $120^\circ\text{C}$, suhu diturunkan menjadi $60^\circ\text{C}$, kemudian ikan dimasukkan ke alat ekstraksi.
- Albumin: Setelah -+ 1jam akan keluar air, -+ 2 jam keluar cairan lemak, dan selanjutnya akan keluar albumin.
- Pengemasan: Ekstrak albumin dicampur dengan pengawet (natrium benzoat) dan aroma (*essence*), kemudian dikemas menggunakan botol 20 ml.
Tantangan dan Pengembangan Produk
Meskipun memiliki potensi besar, pemanfaatan ikan gabus masih menghadapi beberapa tantangan. Saat ini, terdapat beberapa jenis ikan gabus yang hidup di Indonesia, salah satunya adalah *Channa striata*. Spesies ini dikenal mengandung nutrisi yang tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan secara signifikan. Namun, ikan gabus masih didapatkan dari tangkapan alam. Hal ini terjadi karena ikan gabus yang hidup di alam liar memiliki profil nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan ikan hasil budidaya.
Oleh karena itu, upaya domestikasi ikan gabus terus dilakukan sejak 2013. Tim peneliti kemudian mengembangkan teknik budidaya gabus secara sistematis hingga berhasil merumuskan teknologi pembenihan khusus pada 2016. Meski begitu, tantangan budidaya ikan gabus masih dihadapi, terutama dalam meningkatkan kandungan nutrisi agar mendekati ikan gabus liar.
Untuk mengatasi hal ini, pengembangan pakan buatan untuk menghasilkan ikan gabus dengan kandungan nutrisi dan ukuran yang optimal terus dilakukan. Dalam proses pembenihan, pakan buatan dapat diberikan bantuan hormon dengan dosis sekitar 0,6 miligram per kilogram ikan akan dipijah selama 20-24 jam setelah penyuntikan. Setelah itu, proses pemeliharaan larva yang menetas juga mesti dilakukan dengan cermat. Pemberian makanan yang tepat serta kualitas air dan lingkungan perlu diperhatikan. Ikan gabus umumnya tergolong sebagai ikan yang toleran terhadap lingkungan, tetapi suhu, alkalinitas, dan pH air tetap perlu diatur. Suhu ideal air berkisar 27-29 derajat celsius, sementara alkalinitas berkisar 50-75 ppm dan pH di angka 6-7. Kondisi ini harus stabil agar ikan tidak stres.
Selain itu, pengembangan produk turunan dari ikan gabus juga terus dikembangkan. Produk fungsional dari ikan gabus dapat berupa suplemen albumin, ekstrak cair, kapsul ekstrak, hingga produk pangan fungsional lainnya. Berbagai pengembangan ini terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan konsumen dalam menerima rasa dari ekstrak albumin. Pada 2023, ekstrak albumin dikembangkan dengan berbagai rasa, leci, lemon, dan stroberi. Ekstrak ini bisa digunakan secara langsung atau dicampurkan ke makanan atau minuman.
Kesimpulan
Ikan gabus (*Channa striata*) memiliki potensi luar biasa sebagai *superfood* lokal Indonesia. Dengan kandungan protein dan albumin yang tinggi, serta berbagai nutrisi penting lainnya, ikan gabus menawarkan beragam manfaat kesehatan, mulai dari penyembuhan luka hingga perbaikan gizi. Pengembangan teknologi ekstraksi albumin dan inovasi produk turunan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan pemanfaatan ikan gabus secara lebih luas, sekaligus mengatasi tantangan dalam budidaya dan penerimaan konsumen.
Sumber: Harian KOMPAS, Senin, 4 Mei 2026. "Menilik Potensi 'Superfood' Ikan Gabus" oleh Deonisia Arlinta.
.jpeg)