Mengubah Lahan Sempit Jadi Kebun Masa Depan: Aksi Siswa SMA Negeri 1 Jakenan Kembangkan HYDROGREEN

Kunjungan Lapangan

Hydrogreen SMANJA
– Inovasi pertanian berkelanjutan kini hadir di lingkungan pendidikan Kabupaten Pati. Tim Program Kerja 9 Kader Adiwiyata SMA Negeri 1 Jakenan sukses mengembangkan "HYDROGREEN," sebuah sistem budidaya tanaman hidroponik ramah lingkungan yang mengusung teknik Nutrient Film Technique (NFT) sebagai solusi pertanian modern di sekolah. 

Mengubah Lahan Sempit Jadi Kebun Masa Depan: Aksi Siswa SMA Negeri 1 Jakenan Kembangkan HYDROGREEN

Kepala SMA Negeri 1 Jakenan, RUmaji, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif yang sejalan dengan semangat sekolah berwawasan lingkungan ini. Di bawah bimbingan Suhadi, S.Sos., Sri Suwarni, S.Pd., dan Siti Rukioyah, S.Pd., tim siswa yang terdiri dari Andin Putri Lisprasetio, Aprilia Deviena Nayla Sari, Azzahra Azizah, Bagus Sajiwo, Intan Khoirunnisa, dan Nita Sari berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk produktif. 

Mengubah Lahan Sempit Menjadi Produktif

Sistem HYDROGREEN dikembangkan untuk menjawab tantangan lahan pertanian yang semakin terbatas dan penggunaan air yang kurang efisien. Dengan memanfaatkan media tanam *rockwool* serta sistem sirkulasi nutrisi AB Mix, tim berhasil membudidayakan selada air yang tumbuh lebih bersih, sehat, dan segar dibandingkan metode konvensional. 

Program ini dirancang bukan sekadar untuk bercocok tanam, tetapi sebagai sarana edukasi praktis bagi siswa. Berikut adalah keunggulan sistem yang diterapkan di lingkungan sekolah tersebut:

  • Efisiensi Sumber Daya: Penggunaan air jauh lebih hemat karena sistem sirkulasi nutrisi yang tertutup. 
  • Optimalisasi Lahan: Sistem NFT memungkinkan budidaya dilakukan secara vertikal atau di area sempit, sangat cocok untuk lingkungan sekolah. 
  • Pertumbuhan Optimal: Tanpa media tanah, tanaman terhindar dari kotoran dan hama tanah, sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat dan higienis. 
Menjadi Model Sekolah Adiwiyata

Meskipun dalam perjalanannya memerlukan ketelitian tinggi dalam manajemen nutrisi dan biaya awal instalasi, proyek HYDROGREEN terbukti efektif menjadi laboratorium alam bagi para siswa. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus dikembangkan oleh pihak sekolah melalui diversifikasi jenis tanaman di masa mendatang. 

Inisiatif ini pun memperkuat komitmen SMA Negeri 1 Jakenan dalam mendukung program Adiwiyata, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa bertani dengan metode yang efisien dan ramah lingkungan dapat dilakukan oleh siapa saja, bahkan di lingkungan sekolah sekalipun. (SHD/26)


Posting Komentar