Postingan

SMA N 1 Jakenan Gelar IHT Pembelajaran Mendalam: Menggugah Hati, Menyalakan Nalar, dan Menggerakkan Tindakan

Kunjungan Lapangan

Jakenan -  SMA Negeri 1 Jakenan menyelenggarakan In House Training (IHT) bertajuk Pembelajaran Mendalam: Menggugah Hati, Menyalakan Nalar, dan Menggerakkan Tindakan" sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi guru. Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 April 2026 pukul 08.00 WIB di lingkungan SMA Negeri 1 Jakenan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pendidik serta tenaga kependidikan SMA N 1 Jakenan, dengan Triyono, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Kepala SMA N 1 Jakenan, Rumaji, A.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya pelatihan ini berdasarkan hasil rapor pendidikan yang menunjukkan urgensi peningkatan pembelajaran mendalam dan literasi. "Dalam rapor pendidikan, perlu ada peningkatan dan pelatihan pembelajaran mendalam serta literasi," ujar Rumaji, menekankan komitmen sekolah terhadap pengembangan profesional guru.

Rumaji juga menyampaikan harapannya agar melalui pelatihan ini, kualitas pembelajaran yang diberikan oleh para guru dapat semakin meningkat. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang telah diraih oleh SMA N 1 Jakenan, termasuk hasil TKA (Tes Kemampuan Akademik) yang memuaskan dan capaian siswa dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang sangat membanggakan. "Alhamdulillah, TKA kita memuaskan dan baik. Prestasi SNBT siswa SMA N 1 Jakenan juga sangat memuaskan," tambahnya, seraya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan mengaplikasikannya untuk pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Budi Santosa, S.Pd., M.Pd., M.Si, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, dalam pidato pembukaannya menyampaikan apresiasi dan kesan pertamanya berhadapan dengan audiens yang seluruhnya mengenakan pakaian hitam. "Hari ini pertama kali saya berhadapan dengan orang-orang yang berbaju hitam semuanya. Saya buka secara resmi pelatihan ini. Semoga Allah SWT meridhoi," ucap Budi Santosa.

Ia juga mengenang perjalanannya dalam dunia pendidikan, menyebutkan nama-nama sahabat dan sesepuh seperti Pak Mashuri, Pak Jamsari, Pak Kasdari, dan almarhum Pak Rohmad. "Ternyata waktu sangat cepat sekali. Perjalanan 30 tahun ini penuh warna," kenangnya, seraya mengajak hadirin untuk mengirimkan Al-Fatihah bagi almarhum Pak Rohmad.

Budi Santosa menekankan bahwa sekolah adalah sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen bersama. Ia mengajak seluruh elemen sekolah untuk menjaga dan mengembangkan SMA N 1 Jakenan agar tetap unggul di masa depan. "Saya sangat senang sekali ketika semua menjaga semuanya. Mari jaga kesucian air, udara, dan lingkungan sekitarnya," pesannya, menggarisbawahi pentingnya menjaga lingkungan sekolah secara holistik.

Lebih lanjut, Budi Santosa menguraikan pilar-pilar utama yang harus dijaga untuk memastikan kualitas dan keberlangsungan sebuah sekolah:

1. Kepala Sekolah Berkualitas:Menurutnya, kualitas kepala sekolah menjadi kunci utama. "Kalau kepalanya bagus, kompeten, pasti baik semuanya. Dan Pak Rumaji ini kepala sekolah terbaik KCD 3. Memberi teladan, semangat, dan mendorong. Sekolah harus juara. Bapak ibu harus sakti. Sekolah harus punya *branding*," tegasnya, memuji kepemimpinan Rumaji.
2. Sarana dan Prasarana Luar Biasa: Pentingnya fasilitas pendukung pembelajaran juga menjadi sorotan. Ia menyebut Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) memiliki peran vital. "Perpustakaan adalah jantung sekolah. Laboratorium juga jantung sekolah," jelasnya, menggarisbawahi bahwa sarana dan prasarana berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan proses pembelajaran.
3. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang Mendalam: Budi Santosa menekankan bahwa guru dan siswa harus mendalami pembelajaran. "Pembelajaran ini menjadi bekal untuk masa depan anak. Jangan kalahkan anak-anak kita. Anak kita harus hebat. Kalau bicara dengan murid harus sesuai aturan," pungkasnya, mendorong pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada masa depan siswa.
4. Guru yang Berkualitas dan Berdaya: Pembelajaran mendalam, menurut Budi Santosa, tidak boleh jauh dari eksplorasi materi lokal atau *local wisdom*. "Dengan demikian, anak-anak akan *think globally, act locally*. Biarkan mereka berpikir kritis, berikan ruang mimpinya, buat mereka yakin dengan mimpinya. Suatu saat mimpinya menjadi kenyataan. Arahkan mereka dengan kenyataan. Inilah peran dan fungsi guru," paparnya, menyoroti peran strategis guru dalam membentuk karakter dan masa depan siswa.
5. Evaluasi Berkelanjutan: Aspek evaluasi juga menjadi krusial, dengan menekankan pentingnya kerangka kerja POAC (*Planning, Organizing, Actuating, Controlling*). "Yang terpenting adalah *plan*," ujarnya, menggarisbawahi bahwa perencanaan yang matang adalah fondasi keberhasilan setiap program pendidikan.
6. Keterlibatan Orang Tua: Budi Santosa turut menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam ekosistem pendidikan. "Ini masalah keseluruhan sekolah. Keterlibatan orang tua itu penting," tegasnya, mengakui peran vital keluarga dalam mendukung proses belajar mengajar.

Di akhir sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Budi Santosa, juga menyelenggarakan kuis interaktif yang menguji visi para guru. Ia melontarkan sebuah kalimat pendek yang perlu dilengkapi oleh para guru, mendorong refleksi dan pemahaman mendalam tentang peran mereka dalam pendidikan.

Acara dilanjutkan dengan paparan materi pembelajaran mendalam yang disampaikan oleh Triyono, S.Pd., M.Pd. yang diharapkan dapat memberikan bekal praktis bagi para guru dalam mengimplementasikan metode pengajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era modern.

Jurnalis: Partolo
Fotografer: Susi
Penyelaras: Rilo Adiwiyata

Posting Komentar