ADIWIYATA - Dalam upaya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, secara resmi mengukuhkan 267 siswa sebagai Kader Adiwiyata untuk tahun 2026. Pengukuhan ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah Nomor 800/2348/2026 yang ditetapkan pada 2 Maret 2026.
Program Sekolah Adiwiyata merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk menciptakan kondisi sekolah yang ideal sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Melalui program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi wadah yang efektif untuk membangun generasi yang peduli terhadap keberlanjutan bumi.
Kepala SMAN 1 Jakenan, Rumaji, S.Pd., M.Si., dalam surat keputusannya menegaskan bahwa pembentukan kader ini adalah langkah strategis untuk mendukung tata kelola lingkungan yang baik dan sistematis. "Dalam rangka mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan serta warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola yang baik dan sistematis untuk mendukung keberlanjutan pembangunan," demikian tertulis dalam dokumen tersebut.
Ratusan siswa yang terpilih berasal dari berbagai kelas, meliputi siswa kelas X dan XI. Mereka akan menjadi motor penggerak berbagai program pelestarian lingkungan di lingkungan sekolah. Organisasi ini dipimpin oleh Reyhan Davin Fernanda dari kelas XI F-4 sebagai Ketua Kader Adiwiyata 2026, didampingi Quena Latisya Syafiqoh dari kelas X E-6 sebagai Wakil Ketua.
Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, struktur organisasi dibagi menjadi 12 Kelompok Kerja (Pokja) yang berfokus pada aspek lingkungan yang berbeda. Pembagian tugas yang terstruktur ini menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam menangani berbagai isu lingkungan secara komprehensif.
.jpg)
Beberapa Pokja utama meliputi Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi; Pengelolaan Sampah, Bank Sampah, dan Komposting; Mitigasi Bencana dan Tanggap Darurat; Konservasi Listrik dan Air; Kantin Sehat dan Zero Waste; hingga Taman dan Keanekaragaman Hayati.
Selain fokus pada tindakan fisik pelestarian lingkungan, SMAN 1 Jakenan juga mengedepankan aspek edukasi dan inovasi. Hal ini terlihat dari pembentukan Pokja Inovasi Publikasi dan Branding Lingkungan, Literasi Lingkungan, Riset dan Inovasi Lingkungan, Green Entrepreneurship dan Green House, Partisipasi dan Kemitraan, serta Pembudayaan Karakter Peduli Lingkungan.
baca juga rtikel dari eco-enzim hingga bank sampah
Setiap anggota tim memiliki rincian tugas pokok yang jelas. Ketua Kader, misalnya, tidak hanya bertugas mengkoordinasikan kegiatan, tetapi juga dituntut untuk menginisiasi kegiatan inovatif dan menjadi teladan dalam perilaku peduli lingkungan. Sementara itu, Pokja Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi bertanggung jawab menggerakkan warga sekolah untuk menjaga kebersihan kelas dan fasilitas umum, serta mengelola kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Setiap anggota tim memiliki rincian tugas pokok yang jelas. Ketua Kader, misalnya, tidak hanya bertugas mengkoordinasikan kegiatan, tetapi juga dituntut untuk menginisiasi kegiatan inovatif dan menjadi teladan dalam perilaku peduli lingkungan. Sementara itu, Pokja Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi bertanggung jawab menggerakkan warga sekolah untuk menjaga kebersihan kelas dan fasilitas umum, serta mengelola kegiatan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Menurt Siswanto, Katua Program Adiwiyata SMA N 1 Jakenan, ketika ditanya tentang ide unggulan apa yang ingin ditawarkan dalam program adiwiyata ini, ia menjawab, "dari dua belas program kerja yang sedang berjalan saat ini, Budaya LAB (Lihat, Ambil, Buang) dan atau inovasi air AC dapat menjadi alternatif untuk didiskusikan' tegas Siswanto.
.png)
Langkah SMAN 1 Jakenan ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Dengan melibatkan ratusan siswa secara aktif, sekolah tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan fisik, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan yang akan terus dibawa oleh para siswa di masa depan, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
.png)
Langkah SMAN 1 Jakenan ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Dengan melibatkan ratusan siswa secara aktif, sekolah tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan fisik, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan yang akan terus dibawa oleh para siswa di masa depan, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Jurnalis: Supeno Wibowo
Sumber Berkas: SK Kader & Struktru Kader Adiwiyata SMANJA, thn 2026
Ilustrasi: Rilo
