Jakenan, Pati, – SMA Negeri 1 Jakenan menggelar rapat koordinasi Program Calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2026, Senin (16/3/2026). Dipimpin Kepala Sekolah Rumaji, S.Pd., M.Si., pertemuan dihadiri wakil kepala sekolah, koordinator Adiwiyata, guru, dan staf TU. Acara ini bertujuan menyusun strategi meraih predikat Adiwiyata tingkat provinsi, sekaligus mengejar status sekolah literasi, sekolah sehat, serta sekolah kemitraan.
Dalam sambutannya, Rumaji mengucapkan Alhamdulillah atas istiqamah pengabdian warga sekolah. "Kita telah mendapatkan banyak hak, terlihat dari saldo rekening yang mengalir terus," ujarnya, menekankan komitmen agar tidak nol di indikator penilaian Adiwiyata. "Barangkali ada berbagai hal yang perlu diadakan, kita adakan," tambahnya, sembari ungkap tawaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati berupa 20 batang tanaman tabebuya untuk memperkaya lingkungan sekolah.
Sosialisasi Instrumen Baru dan Pembagian Tugas
Koordinator Adiwiyata Siswanto, S.Pd., memaparkan rencana menjadikan SMA N 1 Jakenan sebagai calon sekolah Adiwiyata. "Mohon bantuan tim, karena 24 April nanti batas pengumpulan berkas," pintanya. Tahun ini, instrumen penilaian KLHK berubah menjadi 24 item, menggantikan Gerakan Sekolah Bersih Lingkungan Hidup Sehat (GBLHS). Siswanto, yang ikut sosialisasi indikator, siap membagi tugas ke guru dan staf di 14 Pokja teknis, termasuk riset lingkungan yang dipimpin Suhadi, S.Pd., M.Pd., serta green entrepreneurship.
Kader Adiwiyata dari siswa (minimal 10-20 orang) telah terbentuk, didukung tim besar dengan koordinator di setiap bidang seperti kebijakan, pembelajaran, pengelolaan sampah, dan konservasi air-listrik. Wakil Kepala Sholihul Fuad, S.Pd., M.Si., menambahkan visi literasi sekolah relevan dengan Adiwiyata. "Bu Varuni dan tim literasi diminta tetap fokus, sambil integrasikan upaya lingkungan," katanya.
Sinergi Menuju Kampus Hijau Berkelanjutan
Kader Adiwiyata dari siswa (minimal 10-20 orang) telah terbentuk, didukung tim besar dengan koordinator di setiap bidang seperti kebijakan, pembelajaran, pengelolaan sampah, dan konservasi air-listrik. Wakil Kepala Sholihul Fuad, S.Pd., M.Si., menambahkan visi literasi sekolah relevan dengan Adiwiyata. "Bu Varuni dan tim literasi diminta tetap fokus, sambil integrasikan upaya lingkungan," katanya.
Sinergi Menuju Kampus Hijau Berkelanjutan
Rapat ini melanjutkan SK Nomor 800/2343/2026 yang membentuk tim pada 29 Januari 2026, dengan fokus partisipasi warga sekolah, bank sampah 3R, taman hayati, kantin zero waste, dan mitigasi bencana. Harapan besar, SMA N 1 Jakenan jadi model sekolah berkelanjutan di Pati, berpredikat Adiwiyata Mandiri sembari kejar prestasi lain. Rapat ditutup ucapan terima kasih Rumaji, tandai semangat kuat bangun kampus hijau.
Jurnalis: Siswanto
Fotografer: Wimar Witular
Fotografer: Wimar Witular
Penyelaras: Admin
