ADIWIYATA SMANJA- Upaya mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan tidak bisa hanya sekadar jargon. Diperlukan langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh SMA Negeri 1 Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam merancang program kerja menuju Sekolah Adiwiyata tahun 2026.
Di bawah komando Ketua Program Adiwiyata SMAN 1 Jakenan, Siswanto, sekolah ini telah menyusun cetak biru (blueprint) pelestarian lingkungan yang sangat komprehensif. Tidak tanggung-tanggung, program ini dibagi ke dalam 12 Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.
"Program kerja ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar predikat Adiwiyata, tetapi untuk menanamkan karakter peduli lingkungan yang mengakar pada diri setiap siswa. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan, baik di sekolah maupun di masyarakat," demikian semangat yang tersirat dari dokumen program kerja yang dirilis oleh Tim Adiwiyata SMAN 1 Jakenan.
Lantas, apa saja gebrakan inovatif yang disiapkan oleh SMAN 1 Jakenan?
Inovasi Hijau: Sulap Limbah Jadi Berkah
Salah satu sorotan utama dari program ini adalah pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah. Jika biasanya sampah hanya dibuang, di SMAN 1 Jakenan, sampah diubah menjadi aset bernilai.
Melalui Pokja 2 (Pengelolaan Sampah & Komposting) dan Pokja 9 (Riset & Inovasi Lingkungan), siswa diajarkan untuk memilah sampah organik dan non-organik. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos dan cairan eco-enzyme yang kaya manfaat. Sementara itu, sampah bernilai ekonomis dikelola melalui program "Bank Sampah" yang hasilnya digunakan untuk membantu operasional kegiatan siswa.
Tidak berhenti di situ, Pokja 10 (Green Entrepreneurship & Green House) bahkan menyulap sampah plastik menjadi ecobrick—bata ramah lingkungan yang dirangkai menjadi barang kerajinan tangan bernilai guna. Ada pula inovasi brilian dari Pokja 4 (Konservasi Listrik & Air) yang memanfaatkan limbah air AC (Air Conditioner) sebagai alternatif penyiram tanaman di sekolah.
Budaya LAB dan Diet Plastik di Kantin
Mengubah kebiasaan adalah tantangan terberat dalam pelestarian lingkungan. Untuk itu, SMAN 1 Jakenan menggalakkan "Budaya LAB" (Lihat Ambil Buang). Melalui Pokja 12 (Pembudayaan Karakter Peduli Lingkungan), siswa dibiasakan untuk memiliki aksi tanggap: segera mengambil dan membuang sampah pada tempatnya saat melihatnya, tanpa harus disuruh.
Kampanye gaya hidup hijau juga menyasar area kantin. Pokja 5 (Kantin Sehat & Zero Waste) secara rutin melakukan audit kebersihan kantin dan mengkampanyekan program membawa botol minum serta wadah makan sendiri. Puncaknya adalah penerapan program "Satu Hari Tanpa Plastik Sekali Pakai" setiap bulannya.
Menghijaukan Sekolah, Mengedukasi Siswa
Bagi SMAN 1 Jakenan, taman bukan sekadar hiasan, melainkan laboratorium hidup. Pokja 6 (Taman & Keanekaragaman Hayati) mengembangkan "Taman Edukatif" yang dilengkapi dengan papan nama jenis tanaman beserta manfaatnya.
Yang menarik, sekolah meluncurkan "Program Orang Tua Asuh" tanaman. Setiap kelas diberikan tanggung jawab untuk menitip rawat tanaman, dengan tahap awal sebanyak 12 pohon per kelas yang dimulai pada bulan April. Perawatan ini didukung dengan jadwal piket taman pagi dan sore yang rutin dilaksanakan.
Selain penanaman konvensional, sekolah juga mengadopsi pertanian modern. Pokja 9 dan Pokja 10 berkolaborasi membangun sistem budidaya sayur hidroponik bertingkat yang perawatannya dilakukan secara bergantian antar kelas.
Melangkah Keluar Pagar Sekolah
Visi Adiwiyata SMAN 1 Jakenan rupanya tidak hanya terbatas di dalam tembok sekolah. Melalui Pokja 11 (Partisipasi, Kemitraan & Jejaring), sekolah menjalin kolaborasi dengan instansi luar, seperti Puskesmas, untuk edukasi kesehatan lingkungan.
Lebih jauh lagi, para siswa juga diagendakan untuk melakukan aksi penghijauan eksternal—menanam pohon di luar area sekolah dengan melibatkan masyarakat sekitar.
Untuk memastikan seluruh program ini berjalan lancar dan menginspirasi pihak lain, Pokja 8 (Literasi Lingkungan) dan Pokja 12 aktif memproduksi karya tulis ilmiah, konten digital, dan video edukasi. Bahkan, pada bulan Agustus mendatang, sekolah akan menggelar ajang bergengsi "Pemilihan Duta Adiwiyata" untuk mencari sosok inspiratif dari kalangan siswa kelas X dan XI.
Dengan 12 program kerja yang terstruktur, inovatif, dan partisipatif ini, SMAN 1 Jakenan membuktikan bahwa mereka tidak hanya siap menyongsong penghargaan Sekolah Adiwiyata 2026, tetapi juga siap mencetak generasi emas Indonesia yang cinta dan peduli pada kelestarian bumi.
Jurnalis: Supeno Wibowo

