Sengsara di Laut Makmur: Prestasi Emas OPSI 2025 SMAN 8 Jakarta yang Menginspirasi

Daun dan Biji
By -
0


Bayangkan nelayan Jakarta Utara berjuang di lautan "makmur" yang kini jadi medan sengsara: ikan menipis, banjir rob mengamuk, iklim kacau. Karya brilian Arkana Adis Pratama dan Calma Salsabyla dari SMAN 8 Jakarta—pemenang Medali Emas OPSI 2025—mengupas rahasia adaptasi mereka, dari riset lapangan Marunda-Cilincing hingga solusi SDGs nyata.

Drama Teluk Jakarta yang Bikin Merinding

Subsidence 17 cm/tahun telan kampung, mangrove rusak, cuaca ekstrem ubah musim tangkapan. Tapi nelayan ini pahlawan sungguhan: naikkan rumah panggung, tanam mangrove gotong royong, alih nafkah ke budidaya ikan. Paradoks "sengsara di makmur" jadi narasi kuat yang bikin juri OPSI terpukau!

Empat Strategi Jenius Adaptasi

Tim SMAN 8 ungkap senjata rahasia nelayan via wawancara lapangan:

  • Melaut cerdas: Baca cuaca, pindah spot, pakai GPS sederhana.

  • Rawat pesisir: Tanggul alami dan restorasi mangrove partisipatif.

  • Nafkah ganda: Dari tangkap ikan ke keramba + olah limbah kerang.

  • UMKM hijau: Daur ulang sampah ala Kalibaru Hub.

Jembatan Emas ke SDGs Lokal

SDG 14 (laut lestari), SDG 13 (iklim), SDG 1 (anti kemiskinan) jadi nyata: ekonomi sirkular kurangi sampah, diversifikasi nafkah angkat kesejahteraan. Ide skalabel ini bukti anak SMA bisa ubah kebijakan nasional!

Tantangan untuk Siswa SMA N 1 Jakenan

Siswa Jakenan, saatnya unggul! Seperti Sagara 8 Arkana dari SMAN 8, mulailah riset di Pati: wawancara petani organik, ukur dampak iklim di sawah, usul solusi SDGs lokal. Dari sengsara nelayan Jakarta lahir inspirasi emas—kampungmu punya cerita serupa. Rebut OPSI 2026, buktikan SMA N 1 Jakenan tak kalah! Siapa volunteer riset minggu ini?

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)