Analisis Pemupukan Presisi Ecoenzim Daun Selada untuk Budidaya Tanaman Selada Hidroponik

Integrasi pupuk organik cair (POC) seperti ecoenzim ke dalam sistem hidroponik menawarkan potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan kualitas tanama
Kunjungan Lapangan

Peneliti: Tim Invasi dan Riset SMA N 1 Jakenan

Pendahuluan

Integrasi pupuk organik cair (POC) seperti ecoenzim ke dalam sistem hidroponik menawarkan potensi untuk meningkatkan keberlanjutan dan kualitas tanaman, namun juga menghadirkan tantangan unik dalam menjaga presisi nutrisi. Ecoenzim daun selada yang telah difermentasi oleh Bapak Suhadi dan siswa-siswi SMA N 1 Jakenan, dengan kekayaan bahan organik dan mikroorganisme, dapat berperan sebagai biostimulan dan suplemen nutrisi dalam budidaya selada hidroponik. Analisis ini akan menguraikan strategi pemupukan presisi untuk mengoptimalkan penggunaan ecoenzim dalam sistem hidroponik, dengan fokus pada parameter kunci seperti EC, pH, dan PPM.

Tantangan Integrasi Pupuk Organik dalam Hidroponik

Sistem hidroponik dirancang untuk memberikan nutrisi anorganik yang terlarut sempurna dan mudah diserap tanaman. Integrasi bahan organik seperti ecoenzim memerlukan pertimbangan khusus karena beberapa tantangan:

 1        Ketersediaan Nutrisi: Nutrisi dalam ecoenzim umumnya terikat dalam bentuk organik dan perlu diurai lebih lanjut oleh mikroba menjadi bentuk anorganik yang dapat diserap tanaman (Chowdhury et al., 2024).

2        Stabilitas pH: Ecoenzim cenderung memiliki pH asam (sekitar 3.0-4.0). Penambahan dalam jumlah besar dapat secara drastis menurunkan pH larutan nutrisi hidroponik (Endoh, 2024).

3        Kandungan Padatan Tersuspensi: Partikel padat dalam ecoenzim dapat menyumbat sistem irigasi, filter, atau pompa dalam sistem hidroponik.

4        Pertumbuhan Mikroba: Penambahan bahan organik dapat memicu pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan jika aerasi tidak memadai.

5        Oksigen Terlarut (DO): Dekomposisi bahan organik oleh mikroba mengonsumsi oksigen, yang dapat menghambat pertumbuhan akar (Phibunwatthanawong & Riddech, 2019).

 

Peran Ecoenzim Daun Selada dalam Hidroponik

         Biostimulan: Hormon pertumbuhan alami (sitokinin) dari air kelapa dan ZPT dari PGPR merangsang pertumbuhan akar dan ketahanan tanaman (Hamdayanty et al., 2022).

         Sumber Nutrisi Parsial: Menyediakan Nitrogen dan Kalium organik yang akan tersedia setelah proses mineralisasi mikroba.

         Peningkat Kesehatan Akar: Mikroorganisme PGPR membantu menciptakan lingkungan rizosfer yang lebih sehat dan terlindungi dari patogen.

 

Parameter Kunci dan Strategi Pemupukan Presisi

1. Kebutuhan Nutrisi Selada Hidroponik

Standar nutrisi untuk selada hidroponik menurut Owen (n.d.) dan Nemali (2021):

 

Parameter

Fase Pembibitan

Fase Vegetatif

EC (mS/cm)

0.8 - 1.0

1.2 - 1.5

PPM (TDS)

400 - 500

600 - 750

pH

5.5 - 6.0

5.8 - 6.5

2. Strategi Aplikasi Presisi

         Suplemen AB Mix: Ecoenzim sebaiknya digunakan sebagai suplemen nutrisi AB Mix. Kombinasi AB Mix (200 ppm) dengan ecoenzim (3:1000) terbukti memberikan hasil optimal (Nofiyanti & Rosyida, 2025).

         Monitoring Ketat: Penggunaan sensor EC dan pH digital secara rutin sangat diperlukan karena penambahan ecoenzim akan memengaruhi stabilitas larutan.

         Aerasi Maksimal: Memastikan kadar oksigen terlarut >5 ppm untuk mendukung aktivitas mikroba aerob dan mencegah pembusukan akar.

 

Referensi (Format APA 7th Edition)

Chowdhury, M., Samarakoon, U. C., & Altland, J. E. (2024). Evaluation of hydroponic systems for organic lettuce production in controlled environment. Frontiers in Plant Science, 15, 1401089. https://doi.org/10.3389/fpls.2024.1401089

Endoh, T. (2024 ). Hydroponic Lettuce Cultivation with Organic Liquid Fertilizer: Examining Bacterial Inhibition and Phosphate Solubilization. Crops, 4(4), 502-513. https://doi.org/10.3390/crops4040036

Hamdayanty, H., et al. (2022 ). Effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) from Bamboo Root on Growth and Yield of Soybean. Ecosolum: Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 11(2), 33-40. https://journal.unhas.ac.id/index.php/ecosolum/article/download/21144/8403

Nemali, K. (2021 ). Nutrition Calculations for Hydroponic Crops. Purdue University. https://www.purdue.edu/hla/sites/cea/wp-content/uploads/sites/15/2021/01/Nutrient-calculations.pdf

Nofiyanti, E., & Rosyida, E. (2025 ). Analisis Pemanfaatan Pupuk Organik Cair (Eco Enzyme) dan AB Mix Pada Larutan Nutrisi Dalam Budidaya Selada Hidroponik. Jurnal Pertanian Terpadu, 13(1). https://ojs.stiperkutim.ac.id/index.php/jpt/article/view/574

Owen, W. G. (n.d. ). Lettuce Nutritional Monitoring Factsheet. Hort Americas. https://hortamericas.com/wp-content/uploads/2018/04/e-gro-Nutritional-Factsheet-Lettuce.pdf

Phibunwatthanawong, T., & Riddech, N. (2019 ). Liquid organic fertilizer production for growing vegetables under hydroponic condition. International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture, 8, 71-80. https://doi.org/10.1007/s40093-019-0257-7

Posting Komentar