Ketika Melihat Kelompok Siswa Berani Melakukan Penelitian

Sebagai guru dan teman diskusi, saya berani menjamin bahwa karya ini adalah sahih secara metodologis. Mengapa? Karena dalam laporan penelitiannya meny
Kunjungan Lapangan
Alhamdulillah, ucapan syukur tanpa henti, ketika melihat kelompok siswa berani melakukan penelitian. Walaupun pemula, mereka adalah para siswa yang progresif, berani melangkahkan pikirannya mencari pengetahuan sosial, terlebih yang digali adalah ingatan kolektif masyarakat tentang batik, yaitu Batik Bakaran. Sebuah warisan budaya tak benda (WBTB) yang sangat penting di Indonesia, berlokasi di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Sekali lagi, saya sungguh bangga melihat mereka melangkah hingga detik ini. Semoga langkah berani dalam memproduksi pengetahuan, semakin tumbuh, berkelanjutan, dan berdampak.

Sebagai guru dan teman diskusi, saya berani menjamin bahwa karya ini adalah sahih secara metodologis. Mengapa? Karena dalam laporan penelitiannya menyajikan metodologi yang sistematis dan komprehensif, mulai dari penentuan lokasi penelitian di Museum Batik Bakaran "Sudewi" dan Rumah Produksi Batik Condro Kirono, subjek penelitian (perajin Batik Bakaran di Desa Bakaran Wetan), objek penelitian (pengetahuan lokal perajin, produk Batik Bakaran, teknologi dan pengembangan batik), informan penelitian (Bapak Bagiyo, Nyi Danowati, Mbah Bukhari), pendekatan penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data penelitian, reduksi data, visualisasi data, teknik analisis data, dan verifikasi data. Dengan demikian, karya kelompok siswa ini sungguh sahih secara metodologis.

Ukuran mereka yang sedang melakukan penelitian, menjadi kelompok peneliti pemula, jelas jauh melampaui. Sumber primer adalah bukti ketangguhan dari karya ini. Mereka berani melangkah melakukan wawancara dan observasi pada tiga subjek penelitian, yaitu perajin batik tulis Bakaran: Nyi Danowati, Mbah Bukhari, dan Bapak Bagiyo. Ketangguhan data yang disajikan adalah mereka tidak hanya sedang berburu data primer, tetapi juga napak tilas tentang bagaimana ketiga subjek batik tulis Bakaran ini sedang diekspose memori kolektifnya. Dengan metodologi riset yang sahih ini, tentu saja semakin terverifikasi ketika melihat lebih dalam, membaca laporan dari lembar demi lembar. Kategorisasi data disajikan dalam tiga pusaran, yaitu pengetahuan kolektif tentang batik tulis, integrasi teknologi manual hingga modern, serta posisi produk batik tulis yang masih digandrungi masyarakat penikmat dan pengikutnya. Sebuah ukuran produk ilmiah yang melampaui dari fasenya. Sungguh mengagumkan.

Saya kira tidak berlebihan, mereka adalah *role model* dari sebuah praktik pembelajaran yang mendalam, transformatif, dan berkelanjutan. Tak ada yang lebih penting dari pembelajaran, mereka yang belajar dan mampu memproduksi sumber belajar.

Selamat untuk kalian!
Salam riset!
Salam pemajuan!

Posting Komentar