Inovasi Hijau Anak-Anak SMAN 1 Jakenan

Lintang Bhakti Manintan
By -
0
Potret anak - anak pecinta alam SMAN1 Jakenan bersama buah melon. 

PATI, 23 Februari 2026 – Suasana di Kencana Resto dan Garden, Kecamatan Winong, hari ini tampak semarak dengan kehadiran rombongan siswa SMAN 1 Jakenan yang merayakan keberhasilan riset pertanian mereka. Para siswa ini telah membuktikan bahwa kreativitas dalam meneliti pupuk organik mampu menghasilkan buah melon yang kualitasnya jauh lebih unggul, lebih sehat, dan lebih manis dibandingkan penggunaan pupuk kimia konvensional. Keberhasilan ini terungkap dalam wawancara mendalam dengan Bapak Agus Salim, Ketua Kelompok Tani Wangan Bolek, yang menjelaskan bahwa fasilitas greenhouse modern tempat riset ini berlangsung merupakan bantuan dari Dinas Pertanian yang sudah beroperasi hampir satu tahun. 

Pupuk organik yang telah dikemas. 

Menariknya, Bapak Agus mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas melon didasarkan pada saran ahli; awalnya terdapat pilihan antara cabai atau melon, namun melon dipilih karena risiko kegagalan penyerbukan di dalam ruang tertutup jauh lebih rendah dibandingkan cabai. Saat ini, greenhouse tersebut tengah merayakan masa panen keempat yang sekaligus menjadi ajang pembuktian riset siswa.

​Dalam penjelasannya, Bapak Agus Salim memaparkan rahasia dapur di balik kesuburan melon organik ini yang ternyata mengandalkan pemanfaatan limbah lingkungan. Formula nutrisi yang dikembangkan tidak menggunakan bahan kimia sintetis, melainkan campuran media tanam dari cocopeat (sabut kelapa), dolomit, dan arang, serta yang paling utama adalah penggunaan fermentasi limbah daun dan akar bambu. Proses fermentasi ini dilakukan secara alami minimal selama dua minggu untuk memastikan nutrisi terserap sempurna oleh tanaman. Bahkan, tim menggunakan bahan alami seperti kunyit untuk merangsang pertumbuhan akar yang kuat. Disiplin menjadi kunci utama dalam budidaya ini; melon membutuhkan waktu sekitar 70 hari dari masa pindah tanam hingga panen, dengan jadwal penyiraman rutin dua kali sehari serta pemberian nutrisi organik dua kali seminggu. Sebelumnya, benih melon terlebih dahulu disemai di kotak tray selama 10 hingga 14 hari sebelum siap turun ke media tanam utama.

Potret siswa SMAN 1 Jakenan yang mewawancarai ketua dari kelompok tani Wangan Bolek

​Keberhasilan panen di Kencana Resto & Garden Winong ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui sistem "Wisata Petik Melon". Bapak Agus menjelaskan bahwa pemasaran dilakukan secara mandiri melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk menarik minat masyarakat sekitar maupun pengunjung resto. Jika terdapat sisa panen, barulah buah didistribusikan ke pengepul atau dijual ke warga. Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian modern ini, seperti kehadiran Mas Jaki (lulusan Jogja) dan Mbak Farida (lulusan Bandung) yang turut mendampingi riset siswa SMAN 1 Jakenan. Sinergi ini membuktikan bahwa pertanian organik di dalam greenhouse bukan hanya soal menanam, tapi merupakan industri berbasis sains yang menjanjikan masa depan cerah bagi para pemuda di Kecamatan Winong.

​Laporan Oleh: Tim Jurnalis SMAN 1 Jakenan

Lokasi: Kencana Resto & Garden, Kec. Winong, Pati.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)